Hum.. kalo yang ada di benak saya.. riwayat musik advent.... sama aja dengan musik kristen lainnya.. yaitu musik yang penuh penyembahan kepada Tuhan...
Saya berpikir suatu saat, kita ga akan lagi membeda-bedakan "Musik Advent", "Musik Surga" dan sebagainya... kebenaran akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.. tahun 1600-an, orang ga ngerti istilah 2300 petang dan pagi.. tapi orang baru bisa mengenal kebenaran melalui kejadian 1844.. piano masuk ke gereja adalah karena katolik.. yang dulunya organ.. tetapi kini di jakarta, MT, udah mulai masuk namanya gitar bass.. tanpa kita sadari, semua berkembang.. semua berubah.. tentunya untuk sesuatu yang lebih baik.. mulai renungi diri, kalo sudah mulai sulit untuk mengikuti perkembangan, itu menandakan kita mulai tua / kolot... apalagi memegang kebenaran yang sifatnya membabi-buta tanpa menyelidiki lagi kebenaran yang sebenarnya seperti apa... dari mana asalnya kebenaran yang kita pegang.... semakin kita menganggap diri kita benar, disana-lah setan bekerja semakin keras.. apa yang terjadi bila anda hidup di jaman Tuhan Yesus? dimana tradisi tidak memperbolehkan orang memetik gandum pada hari sabat, tradisi tidak memperbolehkan orang untuk jalan jauh pada hari sabat, dimana tidak memperbolehkan orang untuk menolong orang pada hari sabat.. bagi orang yang tidak bisa menerima perubahan, bisa jadi kita adalah salah satu orang yang akan menentang Yesus karena Dia merubah adat istiadat.. apalagi orang yang membuat tradisi adalah nabi-nabi besar yang terdahulu,. seperti abraham, musa, dan sebagainya.. saran saya, yuk kita pelajari lagi dari alkitab kita, kita selidiki lagi dan tanyakan terus sama pendeta.. yang saya sangat sedihkan.. kok ga ada ya pendeta yang mau ikut memberi pendapat mengenai musik advent ini? sir Oblimar, atau siapapun? saya yakin banyak sekali pendeta.. so please untuk para pendeta yang ada di milis ini.. mohon untuk ikut memberi pencerahan.. kalo saya salah.. tolong tegur saya... thx all... may God Bless You.. Best Regards, Sugih Bastian --- In [email protected], "echel" <redno...@...> wrote: > > Bro Yonce, > Tanggapannya sudah segunung di mailbox saya .....coba cek lagi, sudah berulang kali terkirim .... > > rgds, > > Herschel Najoan > > ----- Original Message ----- > From: yonce kelendonu > To: [email protected] > Sent: Monday, January 05, 2009 1:23 PM > Subject: Bls: [PemudaAdvent] Musik Advent, Riwayatmu Nanti... > > > Yang enak didengar digereja kita adalah Koor dan itu membuat hati saya sangat rindu dengan gereja, apabila dinyanyikan lagi dengan merdu teratur. > musik seperti drum, dan band itu membuat berisik aja digereja > saya sangat prihatin dengan lagu yang dinyanyikan dengan tidak ada persiapan dan penuh dengan > > yonce > > --- Pada Sen, 5/1/09, Nobel Sutresman <nobel...@...> menulis: > > Dari: Nobel Sutresman <nobel...@...> > Topik: [PemudaAdvent] Musik Advent, Riwayatmu Nanti... > Kepada: [email protected] > Tanggal: Senin, 5 Januari, 2009, 12:17 PM > > > Musik advent nanti : > 1. Penuh kompetisi (macam American Idol) hehehehe...ajang gagah2an, hebat2an..untuk siapa lagi kalau bukan untukk...... .hmmmmm > 2. Semakin semarak dengan semakin lengkapnya alat musik dalam gereja diganti minus one jg udah kok.. > 3. Menciptakan banyak penyanyi2 baru yang tampil karena "banci" tampil, karena gak bisa tampil diluar gereja juga bolehlah..heheheheh e > > Kasian ya melihat komen kaya gini...pheewww. ..ga tau nih. Kalau mau ditanya batas full set drum dalam gereja, saya sih secara spontan walaupun hanya sebagai penikmat musik gereja, langsung berkata "TIDAK" Gereja tidak perlu Drum untuk membangkitkan suasana perbaktian, yang Gereja perlu adalah kecurahan Roh kudus, seperti pada waktu KKRnya Petrus :) semoga tidak menimbulkan konfrontasi hhiiiiiii... .seremmm > > Salam... >

