Lips,
Kata sebuah buku, Emosi adalah suatu reaksi psikologis dimana wujudnya adalah 
gembira, sedih, marah , rasa cinta, tersanjung, panik, kagum, terharu.
Berarti Emosi dalam memuji Tuhan itu, bisa Alkitabiah bisa juga tidak, bukan?
Tapi kalau kita menginjil dgn bahasa yg tidak dimengerti orang, maka itulah yg 
tidak Alkitabiah. Barangkali....

--- On Wed, 1/7/09, Philips Marbun <[email protected]> wrote:
From: Philips Marbun <[email protected]>
Subject: Re: [PemudaAdvent] kita butuh reformasi (adventist youth - sharing) - 
harris S
To: [email protected]
Date: Wednesday, January 7, 2009, 12:03 PM










    
            Bro dari beberapa hari lalu penekanan yang Bro Sugih berikan selalu 
berkaitan dengan Emosi dalam memuji Tuhan.

Apa emosi dalam memuji Tuhan itu Alkitabiah?

Salam,
Philips

2009/1/6 Sugih Bastian <bastiansugih@ gmail.com>

















    
            hahaha, si bro bisa aja merendah.. pasti jago bahasa inggris nech...



aku setuju yang bisa membuat menangis itu karena bahasa indonesia..

tapi di balik itu ada juga penyebab lainnya....



siapa disini yang bukan orang indonesia? saya pikir >90% adalah orang

indonesia ya khan? jadi kalo menyanyi bahasa indonesia maka sebagian

besar mengerti khan dengan lagu itu?



kalo versi ugie nech ya..

seseorang bisa menangis apabila hatinya tersentuh.. kalo aku menangis

ketika bernyanyi penyebabnya adalah karena ngerasa berdosaaaaa

banget.. ngerasa banyak dosaa banget.. ngerasa aku sama aja kaya orang

yang nyalibin Tuhan dulu.. karna setiap dosa yang kulakukan, Yesus

yang bayar.. itu yang bisa bikin aku nangis.. karena tersentuh.. 



aku menangis, seperti ingin berteriak minta ampun sama Tuhan, karna

aku sadar aku manusia yang penuh dosa, tapi aku ga kapok untuk selalu

menyalibkan Yesus...



jadi kenapa lagu indonesia bisa bikin menangis? karena lagu itu

dimengerti.. .



justru lagu itu yang baik. karena dengan lagu itu kita bisa

berkomunikasi dengan Tuhan.. kita bisa merasa sukacita, bisa juga sedih..



kalo kita nyanyi tapi ga ada perasaan yang terbawa, itu sama aja kaya

ngomong sama Tuhan, ga pake nada, dah gitu ngomongnya bukan dari dalem

hati, tapi asal baca teks doank..



kalo anda bisa menangis, berarti anda bisa mengerti lagu itu.. yang

saya mau tanya. anda pernah menangis ketika bernyanyi di gereja selain

pada saat perjamuan kudus dan baptisan? especciali lagu "Sebagaimana

Ku Ada"....



coba lagu "aku senang dan girang selalu".. anda pernah liat secara

alami ketika orang bernyanyi lagu itu, dia akan bergembira, bertepuk

tangan menandakan dia senang dan girang selalu? kalo ada saya boleh

acungin jempol.. hehe



hum.. buat bro harris segitu dulu ya.. yuk kita terusin diskusinya.. :p



GBU Bro Harris, have a great dae..



Rgds, Ugie



bro Harris Wrote:

Hi all,

Yang membuat orang menangis saat bernyanyi di Gereja Betany adalah

karena lagunya berbahasa Indonesia.

Pada acara NEP-3 (Never Ending Praise ke 3) di akhir November 2008 yg

lalu, acara tersebut di isi dgn 80 persen lagu bahasa Inggris dan

Selebihnya bahasa Melayu dan bahasa Daerah. Ternyata yg membuat

penonton dan para Biduan menangis adalah lagu yg berbahasa Indonesia

justru. Khususnya saat Franky Sihombing bernyanyi lagu ciptaannya

dalam bahasa Indonesia, penonton yg duduk di belakang saya, salah

satunya dari Grup Musik Koinonia dari UNAI banyak yg menangis.

Bahkan ketika acara Natal yg di adakan oleh Mt Carmel kemarin, justru

banyak yg menangis saat bernyanyi lagu yg berbahasa Indonesia.

Demikian teori saya perihal menangisnya seseorang saat bernyanyi di

Gereja Bethany.

Kalau saya pribadi, semacam apapun irama musik dan liriknya, sejauh

itu berbahasa Inggris, belum pernah bikin saya menangis, sebab saya

tak pandai berbahasa Inggris. Sumpah, saya tidak bohong.



Harris Sipahutar

(Tukang Kasih Pendapat)




      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




-- 
Salam,
Philips Marbun
Pulomas


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke