kiriman dari tetangga :) semoga bermanfaat. ^_*

________________________________

From: Kaka Santoso - 352 [mailto:[email protected]]
Sent: Rabu 04/02/2009 14:16
To: Akhmad Wahyudi; angga; arika; Aris Distro kcdj 154; budiaji iskandar kcdj; 
Bimo Aryotedjo; ivan syachrul; Cysca Madona; [email protected]; dian 
apriani; dian rudianto; dwi.atein supriatin; [email protected]; 
[email protected]; Erna Juniawati; Sola Gratia Tamba; Havid 211; 
[email protected]; ivanajobs kcdj; Lidya Budi Astuti; maulani dian apriyani; 
maya aldyriobudi; maya; Nugeraha Junaedy; trias novita pandansari; mulyadi ok; 
Phypit; putrialmira; Raesytha; Rama Silitonga; tami sutarmini
Subject: ................ Ketika Allah Menjadi Alasan Utama (Artikel 
Menarik)...............



artikel ini menarik ...........mudah2an artikel ini dapat berguna bagi semua yg 
membacanya..................amiiin


            




 

Oleh : Rico Atmaka 
Sahabat-sahabat, ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani 
memutuskan untuk menikah dan menyegerakannya.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan dengan 
siapa aku akan menikah. Aku tidak banyak bertanya tentang calon istriku, aku 
jemput dia di tempat yang Allah suka, dan satu hal yang pasti, aku tidak ikut 
mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan Allah. Sehingga aku 
nikahi seorang wanita tegar dan begitu berbakti kepada suami.
Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berusaha sekuat tenaga untuk 
tidak melihat segala kekurangan istriku. Dan sekuat tenaga pula, aku mencoba 
membahagiakan dia.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka menetes air mataku saat melihat 
segala kebaikan dan kelebihan istriku, yang rasanya sulit aku tandingi.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka akupun berdoa, Yaa Allah, 
jadikan dia, seorang wanita, istri dan ibu anak-anakku, yang dapat menjadi 
jalan menuju surgamu. Amin.

Sahabat-sahabat, kalau Allah menjadi alasan paling utama untuk menikah, maka 
seharusnya tidak ada lagi istilah, mencari yang cocok, yang ideal, yang 
menggetarkan hati, yang menentramkan jiwa, yang.....yang.

...yang......dan 1000 "yang"......lainnya.....Karena semua itu baru akan muncul 
justru setelah melewati jenjang pernikahan. Niatkan semua karena Allah dan 
harus yakin kepada Sang Maha Penentu segalanya.

Sahabat-sahabat, ketika usiaku 25 tahun, aku sudah memiliki niat untuk menikah, 
meskipun hanya sekedar niat, tanpa keilmuan yang cukup. Karena itu, aku meminta 
jodoh kepada Allah dengan banyak kriteria. Dan Allah-pun belum mengabulkan 
niatku.

Ketika usiaku 30 tahun, semua orang-orang yang ada di sekelilingku, terutama 
orang tuaku, mulai bertanya pada diriku dan bertanya-tanya pada diri mereka 
sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku menikah? Dalam doaku, aku 
kurangi permintaanku tentang jodoh kepada Allah. Rupanya masih terlalu banyak. 
Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 35 tahun, aku bertekad, bagaimanapun caranya, aku harus menikah. 
Saat itulah, aku menyadari, terlalu banyak yang aku minta kepada Allah soal 
jodoh yang aku inginkan. Mulailah aku mengurangi kriteria yang selama ini 
menghambat niatku untuk segera menikah, dengan bercermin pada diriku sendiri.

Ketika aku minta yang cantik, aku berpikir sudah tampankah aku?
Ketika aku minta yang cukup harta, aku berpikir sudah cukupkah hartaku?
Ketika aku minta yang baik, aku berpikir sudah cukup baikkah diriku?
Bahkan ketika aku minta yang solehah, bergetar seluruh tubuhku sambil berpikir 
keras di hadapan cermin, sudah solehkah aku?

Ketika aku meminta sedikit..... Ya Allah, berikan aku jodoh yang sehat jasmani 
dan rohani dan mau menerima aku apa adanya, masih belum ada tanda-tanda Allah 
akan mengabulkan niatku.

Dan ketika aku meminta sedikit...sedikit. ..sedikit. ..lebih sedikit..... Ya 
Allah, siapapun wanita yang langsung menerima ajakanku untuk menikah tanpa 
banyak bertanya, berarti dia jodohku. Dan Allahpun mulai menujukkan tanda-tanda 
akan mengabulkan niatku untuk segera menikah. Semua urusan begitu cepat dan 
mudah aku laksanakan. Alhamdulillah, ketika aku meminta sedikit, Allah memberi 
jauh lebih banyak. Kini, aku menjadi suami dari seorang istri yang melahirkan 
dua orang anakku.

Sahabatku, 10 tahun harus aku lewati dengan sia-sia hanya karena permintaanku 
yang terlalu banyak. Aku yakin, sahabat-sahabat jauh lebih mampu dan lebih baik 
daripada yang suadh aku jalani. Aku yakin, sahabat-sahabat tidak perlu waktu 10 
tahun untuk mengurangi kriteria soal jodoh. Harus lebih cepat!!! Terus berjuang 
saudaraku, semoga Allah merahmati dan meridhoi kita semua. Amin.

 

 

Kasno Santoso 
________________________________


Gedung Oil Center lt.2

Jl.MH Thamrin Kav.55

Jakarta Pusat 10350

 

T+62 21 31906825

F+62 21 31902361

Mobile: 0813 11 333 161

Email:[email protected]



Kirim email ke