Wow..ngeri juga ya.... 
Tapi...untuk membuktikan, apakah risalah bang HS itu benar, maka jalan 
satu-satunya adalah kita harus mencontreng SBY.

wassalam,

--- On Thu, 5/7/09, Richan S <[email protected]> wrote:

From: Richan S <[email protected]>
Subject: [PemudaAdvent] (no subject)
To: [email protected]
Date: Thursday, May 7, 2009, 11:57 AM











    
            
            


      
      



Melihat situasi dan kondisi yang dihadapi Megawati, kemungkinan besar
Megawati akan menyerahkan capres ini kepada Prabowo dan Puan. Hal ini
bisa diteropong dari keseriusan mereka dalam merencanakan strategi
pasti menang ini. Artinya, tidak mungkin Prabowo-Puan bisa kalah
terhadap SBY, yang ada cuma kemungkinan menangnya tidak ada kemungkinan
kalahnya.



Mungkin saja, mula2 Megawati kaget mendengar strategi menang tanpa
kalah ini. Mulanya dia enggak mau percaya, tetapi setelah bertemu empat
mata dan bicara bisik2, akhirnya Megawati kelihatan meng-angguk2an
kepada penuh keyakinan.



Apa yang dibicarakan mereka berdua tidak ada yang tahu tapi bisa diduga
karena istilah pasti menang ini ada kunci2nya tersendiri, yaitu apabila
ternyata kalah suara dan SBY kembali terpilih, maka Prabowo menggerakan
pasukan anti-terrorisnya yang sudah dibina secara rahasia dan ilegal
ini untuk menangkap SBY dkk yang akan dituduhnya sebagai melakukan
kecurangan. Pada saat inilah Prabowo mengangkat dirinya jadi presiden
sementara untuk mengulangi pemilu setahun lagi.



Memang, kalo saja adu kekuatan terjadi, saya juga percaya, SBY dan
TNI-nya tidak akan kuat menghadapi pasukan Prabowo yang boleh dikatakan
paling terlatih di Indonesia disertai persenjataan yang paling canggih
yang tidak dimiliki TNI sendiri. Jumlah pasukan ini tak perlu banyak
cukup 30 orang saja sudah bisa menguasai seluruh RI. Apalagi, Prabowo
juga sudah menyiapkan pasokan2 supply dari negara2 tetangga sekitar
Indonesia yang siap menjaga kestabilan pemerintah dibawah Prabowo cukup
untuk setahun saja.



Tidak akan saya bantah kalo kemungkinan ini bisa terjadi dan tidak bisa
dicegah. Hanya pertanyaan saya, apakah kalo Prabowo bertindak demikian
pihak Amerika akan tinggal diam ??? Disinilah yang saya percaya bahwa
SBY akan dilindungi seperti halnya Amerika melindungi Arroyo pada saat
dikepung Honasan. Arroyo bukan hampir tertangkap oleh BrigJen Honasan,
tetapi hampir mati dijagal Honasan. Barulah setelah helicopter Amerika
masuk, pasukan Honasan berhasil dipukul hancur. Arroyo terselamatkan,
selanjutnya Amerika mendamaikan Arroyo dan Honasan dan akhirnya malah
Honasan diangkat jadi ketua MPR di Filipina.



Tapi urusan dengan Prabowo berbeda dari dengan Honasan, karena Honasan
dari dulunya terbaik track recordnya, sebaliknya dengan Prabowo, track
recordnya sangatlah buruk dalam hal pelanggaran2 HAM yang dikutuk
seluruh dunia. Jadi apabila memang Prabowo berniat memukul SBY, besar
kemungkinannya Amerika tidak memberi toleransi lagi dan pihak SBY akan
dipersenjatai dengan lebih canggih lagi untuk memukul hancur Prabowo.



Entahlah dengan sikap Megawati yang plintat plintut mudah ditekan kanan
kiri. Dia bermaksud membuka konsesi kepada Prabowo sangatlah berbahaya
karena nantinya malah akan kepukul sendiri. Prabowo sudah terkenal
sebagai tentara yang sangat brutal.



bang hs




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke