Dear Broer n Soez, i've been received a nice artikel, let me share it to you.
Have a blessed day today. ---------- Forwarded message ---------- From: Inge <[email protected]> Date: 22 Jul 2009 13:14 Subject: FW: [KHK-Solo] Fw: [kkmkkaj] Saat Memberi, Saat Menerima To: "Airin Listya (E-mail)" <[email protected]>, "Deisy Marini (E-mail)" <[email protected]>, "Ervin Santi (E-mail)" < [email protected]>, "Lin Yanny (E-mail)" < [email protected]>, "Lindawati Soebiantoro (E-mail)" < [email protected]>, "Michel Kotten (E-mail)" < [email protected]>, "Rivianny Leopard (E-mail)" < [email protected]>, "Sien Liem (E-mail)" <[email protected]> Cc: Arnold Simanjuntak <[email protected]>, Novie < [email protected]>, "Elisabet (Bancassurance)" < [email protected]>, Bulan Elisabeth <[email protected]>, Obed Nadeak <[email protected]>, Fitriyana Maya Damayanti < [email protected]>, Lenny <[email protected]>, Robby Loing <[email protected]> -----Original Message----- *From:* yacinta adelina [mailto:[email protected]] *Sent:* Wednesday, July 22, 2009 12:55 PM *To:* KHK SMU Regina Pacis Surakarta *Subject:* [KHK-Solo] Fw: [kkmkkaj] Saat Memberi, Saat Menerima From: Simon Rivian <[email protected]> Subject: [kkmkkaj] Saat Memberi, Saat Menerima To: "Mailing List [email protected]" <[email protected]> Date: Sunday, July 19, 2009, 6:24 AM Saat engkau meneguhkan hati sahabatmu yang berada dalam ketakutan, sebenarnya engkau pun sedang menerima ketakutannya. Saat ketakutannya engkau terima, saat itulah juga, engkau mengganti ketakutannya dengan keberanianmu. Saat isterimu mengandung anakmu, isterimu memberi makan janin itu lewat tali pusar dalam rahimnya; selama dalam kandungannya itulah, sebagai suami isteri, kalian sebenarnya menerima seorang manusia yang sudah pasrah total untuk diperlakukan apapun juga: mau serius dicintai, dirawat ataupun tidak! Itulah caranya seorang bayi dalam kandungan ibunya mencintai ibu dan ayahnya, bukan dengan memberi tapi menerima apapun perlakuan orang tuanya. Saat engkau memberikan uang belanja kepada isterimu, saat itu jugalah engkau sebenarnya menerima kerendahan hati isterimu untuk diberi nafkah hidup. Saat engkau merawat suami, isteri dan anak-anakmu yang sedang sakit, saat itulah juga engkau belajar menerima keterbatasan kesehatan mereka, sehingga engkaupun belajar kerepotan agar hidup tetap berlangsung. Saat engkau marah kepada anak-anakmu, saat itu juga engkau menerima telinga anak-anakmu untuk mendengarkan kata-katamu dengan penuh kesabaran, walaupun menyakitkan sekalipun. Saat engkau marah kepada pasangan hidupmu, dan karena itu dia diam, saat itu jugalah engkau menerima kesediaannya menerima kata-kata kasar, mungkin pedas, dan menyakitkan, sampai pasanganmu tidak sanggup untuk membalasnya. Saat engkau dendam kepada orang serumah, sampai engkau tidak mau berbicara dengan mereka; saat-saat itulah engkau sebenarnya menerima kegelisahan mereka karena merasa tidak lagi dipercaya! Saat engkau mengampuni pasangan hidupmu dan anak-anakmu setelah konflik akibat berbagai macam masalah, saat itu jugalah engkau menerima kegembiraan mereka karena masih dipercaya walaupun telah berbuat salah! Saat engkau percaya pada saudaramu, bahkan menaruh harapan bahwa saudaramu dapat berkembang meski dia itu rapuh; saat itulah sebenarnya engkau menerima kerapuhannya menjadi milikmu, dan engkau memberikan harapanmu sehingga berkobar dalam hatinya! Saat engkau memberi harapan kepada saudaramu, saat itu jugalah engkau melepaskan kacamata hitammu yang lama dan engkau mengganti dengan "kacamata baru" dari saudaramu. Saat itu jugalah engkau mengawali usaha untuk mengampuninya. Saat Tuhan mengampunimu, saat itu jugalah engkau menerima kehendak bebas dari-Nya agar engkau merasa sungguh dipercaya untuk menentukan keputusanmu demi kepentingan- Nya, yakni kepentingan untuk mengasihi sesama seperti Ia mengasihi. Saat engkau diampuni oleh Tuhan, saat itu pulalah dengan tulus, Tuhan menerima akibat dosa kita, agar hati kita ditukar dengan hati-Nya. Karena itu semoga hati kita tidak hanya menjadi seperti Hati Kristus yang mahakudus, melainkan akan "menjadi hati-Nya"! Saat Kristus menjadi "jantung hati"-mu, saat itu jugalah Kristus menempatkan dirimu pada "Jantung Hati-Nya" [email protected] <http://mc/[email protected]> ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Now you can get life insurance anytime & anywhere at www.clickforlife.co.id Get 20% Discount if you buy insurance directly from our website ClickForLife - Protection For Life In One Click - By PT. Asuransi Jiwa Sinarmas -- GBU All. Best Regards, MICHEL KOTTEN CDMA 021 9192 5081, Smart 088 111 48401, Mobile 0813 8242 9191, YM michel_kotten Member Of : GMAHK DJATINEGARA THUNDER COMMUNITY 125 NRA : 1422 F.O.B (FELLOWSHIP OF BIKERS)- www.fellowshipofbikers.org -

