Anda mengira selingkuh tidak akan terjadi pada anda, tidak bisa terjadi pada 
anda.
Anda pikir, ga mungkin! Saya ngga seperti itu! Cobalah pikirkan kembali...
Bermain-main Dengan Api (Awas Terbakar)

Dulu saya pikir ini tidak apa-apa.

Dia adalah salah seorang staff sekretariat gereja, jadi kami banyak 
menghabiskan waktu bersama. Dia sering datang ke ruanganku dan kami banyak 
mengobrol. Sekali-kali dia menceritakan padaku mengenai 
permasalahan-permasalahan dalam pernikahannya, dan saya memberikannya 
nasehat-nasehat. Tapi seharusnya saya berhenti pada saat itu juga, karena saya 
telah memenuhi suatu kebutuhan di mana saya tidak punya hak untuk memenuhinya.

Kami tidak pernah bersentuhan, kami tidak pernah berciuman, bahkan kami juga 
tidak pernah mengutarakan perasaan-perasaan yang terpendam. Tapi jelas sekali 
ada ketertarikan satu sama lain, dan saya suka getaran itu. Rasanya 
menyenangkan.

Bagi aku itu semua hanya ada di pikiranku saja, tapi ternyata semakin lama 
semakin berkembang. Aku mulai memikirkannya pada saat akhir pekan. Aku terus 
mengatakan pada diriku sendiri, "Aku bisa mengatasi ini. Ini belum terlalu 
jauh, semuanya oke-oke saja". Tapi bisa saja terlanjur jauh, karena ada 
kesempatan yang mengintai.

Terkadang, aku merasa takut. Aku berpikir, "Aku tidak mau melakukan ini. Aku 
punya istri yang luar biasa, aku punya sebuah keluarga. Aku tidak mau menjalani 
jalan ini". Aku tahu ini tidak benar.

Lalu suatu hari saya sedang menelpon di ruanganku, saat dia muncul di 
belakangku dan mencubit punggungku. Pada saat itulah rasa takut menyadarkan aku 
kembali. "Saya akan  menceritakan hal ini pada istriku" kataku padanya.

Ambil Keputusan

Pertama kali aku bicara pada gembala senior di gerejaku. Kemudian aku pulang. 
Secara fisik aku tidak mengkhianati istriku, tetapi pikiranku telah mengarah ke 
sana. Aku tidak setia dalam pikiranku dan dalam hal tidak mengatakan pada 
istriku apa yang saya tahu akan terjadi tapi tidak mau mengakuinya. Saya harus 
mengatakan padanya sekarang.

Saya telah membahayakan hubunganku dengan Tuhan dan dengan istriku. Saya 
mencintai istri saya. Bahkan, tidak ada hal yang buruk dalam hubungan kami. Aku 
pikir kami memiliki pernikahan yang kuat. Perempuan yang lain itu tidak akan 
kehilangan apa-apa dengan memasuki pernikahan orang lain. Saya akan kehilangan 
segalanya.

Tahukah apa yang paling mengerikan? Saya memiliki pernikahan yang baik dan saya 
tetap saja rapuh. Bayangkan apa yang dapat terjadi jika seseorang memiliki 
pernikahan yang tidak baik!

Aku tersadar kalau aku bodoh sekali dan membuat pilihan yang bodoh juga karena 
menikmati dosa dan bermain-main dengannya.

Merencanakan Untuk Tidak Melakukannya Lagi

Hidup merupakan suatu pengalaman. Dan aku telah belajar dari permainan 
berbahaya yang kulakukan.

Pertama, Anda harus mengakui pada diri anda sendiri rasa ketertarikanmu pada 
orang lain. Jika anda mendapatkan diri anda mengatakan semuanya baik-baik saja, 
justru sebaliknya. Dan itulah poinnya. Jika anda tidak cukup dewasa untuk 
mengatakan berhenti pada diri anda sendiri, maka anda sedang berjalan menuju 
kehancuran. Anda akan mulai menyembunyikan banyak hal yang anda pikir tidak 
akan anda lakukan tapi kemudian kehidupan doa anda akan menurun. Anda akan 
merasa tersiksa saat berdiri di hadapan jemaat tanpa ada kesadaran akan dosa 
yang telah dilakukan. Pembenaran adalah salah satu indikasi kuat bahwa ada 
sesuatu yang masalah.

Langkah selanjutnya, anda harus mengakuinya. Dan anda harus berubah, tidak ada 
tawar menawar mengenai itu. Saya sering mendengar orang-orang mengaku, "Saya 
tahu saya melakukan hal yang salah, tapi..." dan mereka tetap melakukannya. 
Untuk berubah, anda harus memutuskan hubungan tersebut.

Bila anda merasa tidak bisa menceritakan kepada istri anda mengenai pikiranmu 
atau mengenai sebuah keadaan, anda membuat masalah pada diri anda sendiri. Anda 
harus jujur, untuk diri anda dan istri. Dan dengarkanlah istri anda. Pasangan 
kita cepat sekali menangkap adanya suatu masalah. Seringkali mereka adalah 
orang pertama yang tahu adanya bahaya.

Di lain pihak, bertanggungjawablah dalam memilih dan mempercayai orang lain. 
Karena ada saatnya anda tidak bisa meyerahkan keputusan itu pada istri anda. 
Betul anda harus jujur, tetapi anda juga harus melindunginya. Anda tentu tidak 
ingin mebuatnya sedih dan merasa seperti seseorang yang tidak ada artinya.

Lebih lagi, berusahalah saling memuaskan kebutuhan fisik dan emosional  satu 
sama lain, karena hal itu tidak terjadi begitu saja. Setiap kita rawan terhadap 
kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi  yang mungkin saja dapat terpenuhi di 
tempat lain.

Di atas semua itu, berhati-hatilah. Lindungi pernikahan dan pikiranmu. Hal itu 
akan membantumu untuk tidak jatuh terjerembab.
Jawaban.com





*****
This message may contain confidential and/or privileged information. If you are 
not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not 
use, copy, disclose or take any action based on this message or any information 
herein. If you have received this communication in error, please notify us 
immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT 
Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission 
of the information contained in this communication nor for any delay in its 
receipt.
*****

Kirim email ke