Benar Pak Djarot, ada kesungguhan Pemda Riau untuk membangkitkan lagi
budaya Melayu di antaranya melalui karya-karya arsitektur. Huge
structure ini sangat kontras dan mudah-mudahan dapat membangkitkan
semangat membangun warga Riau. Hanya saya dengar juga boros listrik,
katanya sama dengan kebutuhan listrik 3 kecamatan. Padahal listrik
byar-pet sudah lumrah di Pekanbaru sekarang. Sebagai negeri minyak
'seharusnya' listrik tidak jadi masalah bukan? Salam.

-ekadj


--- In [email protected], Djarot Purbadi <dpurb...@...> wrote:
>
> Pak Ekadj, perpustakaan di Pekanbaru itu sangat futuristik karena
merangkul tiga konsep yaitu Islam, Melayu dan Modern. Kebetulan bulan
juni 2009 lalu saya pernah masuk ke dalamnya dalam rangka ikut studi
banding karena di Jogja juga akan dibuat perpustakaan yang lebih modern.
Benar perpustakaan itu boros struktur dan boros ruang, tetapi jika kita
memandangnya dari masa depan 30 tahun lagi tentu dia bukan barang asing
seperti sekarang.
>
> Ruang dongeng di lantai paling atas (kalau nggak salah) sangat
impresif sebab tidak ada jendela melainkan dindingnya kaca. Jadi jika
ada kegiatan di tempat itu rasanya pemandangan seluruh Pekanbaru masuk
dan menjadi bagian dari suasana ruang di tempat itu. Menurut saya bagus,
sebab visi-misinya ingin menjadi pusat kajian budaya Melayu ! Jadi,
kalau mau tahu dokumentasi budaya Melayu ya di perpustakaan itu.
>
> Dari aspek desain, khususnya penampilan fisik dan fungsinya
perpustakaan itu merupakan percampuran antara Mall dan Stasiun Gambir.
Setiap hari minggu perpustakaan menjadi tempat rekreasi mirip suasana
mall, sebab di bagian bawah ada perpustakaan anak-anak, cafe dengan
fasilitas hot-spot. Lokasinya di tengah kota memungkinkan perpustakaan
menjadi tempat pertemuan anak yang sekolah dan orang tua yang pulang
kerja. Dari aspek konservasi menurut saya berhasil, sebab pola dudukan
Quran menaungi dua gedung lama yang ada di bagian depan dan belakangnya.
Gedung bagian depan adalah gedung DPRD sedangkan yang di belakang Gedung
Pemda (kalau nggak salah). Perpustakaan ditanamkamn di tengah keduanya
sebagai upaya memperbaiki kualitas lingkungan ! Dari aspek biaya memang
per-m2 nya di luar standar harga pemerintah !
>
> Salam,
>
>
>
> Djarot Purbadi
>
>
>
> http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]
>
> http://arsitekturnusantara.wordpress.com
>
> http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com
>
> --- On Fri, 7/24/09, - ekadj 4ek...@... wrote:
>
> From: - ekadj 4ek...@...
> Subject: [perkotaan] PekanBaru [3 Attachments]
> To: [email protected]
> Date: Friday, July 24, 2009, 7:09 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> [Attachment(s) from - ekadj included below]
>
>
>
>
> Foto2 liputan PekanBaru :
> 1 Gedung Perkantoran Baru Pemda Provinsi Riau, bangunan tinggi yang
memiliki atap. Ikon baru untuk Kota PekanBaru.
> 2 Gedung Perpustakaan Daerah, berbentuk tempat dudukan Al Qur-an.
Cukup boros struktur.
> 3 Mesjid baru yang baru diresmikan tidak jauh dari perkantoran Pemda
Provinsi Riau.
> Salam.
>
> -ekadj
>



Kirim email ke