Who is gonna survive then? the telephone company :-) Why? because they have
had the powerful infrastructure installed already to compete with those
small ISPs). Apalagi sekarang di US sedang nge-trend teknologi ADSL/HDSL
(teknologi telekomunikasi data kecepatan tinggi melewati kabel telpon
biasa).
Karena perusahaan telpon ini yg. memiliki infrastruktur tsb., tentu saja
mereka memiliki banyak kelebihan yg. akan membuat orang lari ke mereka.
Coba saja lihat misalnya Pacific Bell. Mereka memiliki registrasi online
dan fee dapat langsung dimasukkan ke tagihan telpon. Mudah bukan?
Hal yg. mirip pernah terjadi di US beberapa waktu lalu. Saat itu banyak
sekali bermunculan ISP-ISP. Pemain-pemain raksasa service telekomunikasi di
amerika spt. Pacific Bell dan Bell Atlantic memberikan harga sewa trunk yg.
semaunya. ISP-ISP tersebut akhirnya protes. Kalau tidak salah pemerintah
sana akhirnya mengeluarkan aturan untuk tidak semena-mena mengenakan biaya
sewa line bagi penyelia layanan internet (ISP).
> ----------
> From: Bonnyku[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, January 22, 1999 9:41 AM
> Subject: Re: ���Tarif�Dial�Up�Internet�di�Indonesia
>
> ha....ha.....ha.....
> lebih parah lagi biaya dari TELKOM-nya.
>
> Dengan asumsi satu pulsa = Rp 150 per TIGA menit.
> Maka dalam satu jam, kamu memakai 20 pulsa.
>
> Lalu bila kamu konek minimum 50 jam dalam
> satu bulan (highly unlikely):
> 50 x 20 x 150 = Rp 150 000 (utk telpon saja)
>
> Padahal saya yakin anda memakai minimum
> 100 Jam per bulan-nya koneksi ke internet.
>
> Jadi biaya ongkos koneksi ke internet di Internet
> memang sangat keterlaluan mahal-nya di Indonesia.
> Lebih parah lagi, saya yakin gaji anda akan
> dihitung dalam RUPIAH, dan paling banter
> gaji-mu (bila tak KKN) .... maximum Rp 10 Juta / bulan.
>
> Ngaco-nya nggak tuh bila untuk internet
> per bulan saja bisa kena min. Rp 1 Juta per bulan ???
> Alias min. 10% dari gaji-mu kena internet-internetan.
>
> Itu sebab-nya internet di Indonesia lagi jatuh
> besar-besaran di Indo. Dan banyak ISP-ISP
> pada berbangkrut-ria di Indonesia.
>
> Dan dari dulu TELKOM benar-benar TIDAK PERNAH mau
> melayani khalayak ramai. Karena TELKOM
> tidak kenal istilah " FLAT RATE" telephone usage.
>
> --------------------------------------------------------------
>
application/ms-tnef