Teman, Pencurian memang tidak mengenal waktu dan tempat, apa dan siapa. Begitu juga dengan pemberitaan. Rekan Wartawan memang jeli memonitor kejadian sekeliling, seperti berita dibawah ini............ Yang mengherankan, mengapa masih ada juga orang menyimpan harta berharga ratusan juta didalam rumahnya. Apalagi 'uang-cash' sebesar 50 Juta rupiah ! Banyak sekali.......... Banyak sekali.......... Salam, bRidWaN ---------------------- <KOMPAS>: Sabtu, 23 Januari 1999 Rumah Mantan Gubernur Dibobol Pencuri Pencuri memang tidak pandang bulu dan waktu. Saat rumah kosong ditinggal shalat Ied, Selasa (19/1), rumah mantan gubernur Kalbar (1978-1988) Mayjen (Purn) Soedjiman dibobol. Dari rumah di Jl Plaju, Kebon Melati, Tanahabang, Jakarta Pusat, pencuri menyikat berbagai perhiasan dan uang tunai, dengan total kerugian sedikitnya Rp 300 juta. Catatan di kepolisian menunjukkan, pencuri menyikat uang tunai senilai Rp 50 juta, 7.000 dollar AS, 20.000 dollar Singapura, dan 25.000 ringgit Malaysia. Pencuri juga meraup sejumlah perhiasan berupa 15 jam tangan berbagai merek, dua buah cincin emas seberat 30 dan 60 gram, kalung berlian 6 karat, satu giwang berlian 2 karat, satu cincin berlian 7 karat, satu gelang berlian 3 karat, 24 gelang keroncong emas seberat 120 gram, satu gelang dari Mekkah seberat 300 gram, dan 12 cincin emas 44 gram. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Pusat Letkol (Pol) Iman Haryatna, Jumat (22/1), membenarkan kasus pencurian di rumah mantan gubernur itu. Menurut dia, polisi sedang mengejar para tersangka yang sudah diketahui identitasnya. Diperoleh informasi, Kamis malam, beberapa petugas reserse telah dikirim ke sebuah kota di Jawa Tengah untuk memburu tersangka utama. Tetapi sejauh ini polisi belum bersedia mengungkapkan siapa tersangka yang sedang diburu itu. Menurut salah seorang anggota keluarga korban, saat pencurian keadaan rumah sedang kosong. Tidak diperoleh keterangan di mana Soedjiman dan keluarganya shalat Ied. "Biasanya kalau tidak di Istiqlal ya di Sunda Kelapa," kata anggota keluarga yang baru saja tiba dari Nabire, Irian Jaya itu. Dua orang pembantu keluarga purnawirawan ABRI itu pun tidak ada di rumah. Salah seorang sedang pulang kampung sementara seorang lagi keluar rumah atau shalat Ied juga. Menurut keterangan polisi, pelaku diperkirakan terdiri dari beberapa orang. Mereka memasuki rumah dengan cara merusak pintu menggunakan benda tumpul yang diduga linggis. Di dalam rumah, pencuri juga merusak lemari tempat menyimpan perhiasan dan uang. "Sepertinya para pelaku sudah tahu," kata salah seorang anak Soedjiman. Kasus pencurian itu diketahui Soedjiman sepulangnya dari shalat Ied dan dilaporkan ke Polsek Tanahabang sekitar pukul 13.30 WIB. Di tempat kejadian, polisi menemukan sebuah telepon genggam yang diduga milik salah seorang pelaku yang tertinggal karena buru-buru atau kurang hati-hati. Dari telepon genggam itulah polisi mulai melacak pelakunya. "Saat telepon itu kami pegang, ada telepon masuk," kata Budiono Sandi, Kepala Satuan Reserse Polres Jakarta Pusat, kepada wartawan. Berdasarkan nomor telepon yang terekam dalam layar telepon genggam itu, polisi kemudian memeriksa Purnama (bukan nama sebenarnya) yang diduga kenal dengan pelaku. Kepada polisi, Purnama mengaku kenal pemilik telepon genggam tersebut dan sedang pergi ke luar kota. (msh)
