Bung Andrew,
Saya setuju kristen masih punya banyak kelemahan. Tetapi saya lebih
setuju lagi bahwa secara nasional pun kita masih punya banyak kelemahan.
Bukan saya mencoba membela kelompok kristen, tetapi mencoba untuk
melihat lebih obyektif bahwa kekuatan dibelakang semua ini memang besar
dan bukanlah lawan 1 kelompok.
Soal plin-plan, sudah banyak rekan kita yang mendiskusikan semua
keplin-planan suatu kelompok, pemerintah dsb. Keplin-planan ini banyak
terjadi karena permainan informasi. Gaya intelijen soal disinformasi
atau pengacauan informasi banyak terjadi akhir-akhir ini. Inilah mengapa
masalah nasional ini perlu dukungan semua kelompok. Rakyat dan mahasiswa
yang berada di lapangan merupakan sumber informasi yang vital.
Organisasi-organisasi yang melekat di masyarakat seperti yang NU punya
serta PAN, juga jemaat gereja sekarang ini juga merupakan sumber
informasi yang amat penting agar setiap keputusan ataupun perkataan
sesuai dengan fakta yang ada.
Mencap suatu kelompok agama itu teroris ataupun beringas tentunya harus
punya dasar yang kuat. Lebih bijaklah dalam menganalisa sesuatu,
janganlah emosi mengalahkan rasio. Kawan-kawan kita di Ambon dan Menado
apapun agamanya rata-rata masih gampang dibakar emosinya. Apalagi jika
berita bahwa provokator dari Jakarta datang, apalah yang bisa mereka
perbuat.
Kita perlu mendengar ucapan KH Ali Yafie bahwa agama hanya dijadikan
alat adu domba. Kalau perlu kita dengar lagi hasil penelitian PAN (saya
dengar PAN punya cabang di 27 propinsi), ataupun hasil penelitian lain.
Kata-kata penuh emosi kurang berakibat baik untuk kondisi sekarang ini.
Walau hati kita panas, perlulah hati kita dingin untuk bersama-sama
menganalisa apa yang sedang terjadi dinegara kita tercinta ini.
peace.

Andrew G Pattiwael wrote:
>
> Rekayasa lagi? bukan rekayasa tetapi memang kelemahan orang Kristen
> Indonesia. Kelemahan Organisasi Persekutuan Gereja Indonesia yang
> masih suka PLIN-PLAN dalam mengambil keputusan.
> Akuilah, Kristen Indonesia juga bringas, akui kita juga masih bisa
> diprovokasi, akui kita bukan hanya korban dalam sejarah indonesia,
> tetapi dapat menjadi tukang teror
>
> KELEMAHAN KITA SEBAGAI KRISTEN INDONESIA:
> 1. Masih ragu untuk berdiri dibelakang atau seiring dengan Muslim
>    Reformator
> 2. Tidak bisa mengeluarkan pernyataan Keras untuk mengutuk kekerasan
>    yang terjadi antara Kristen Vs. Indonesia.
> 3. Tidak berani membela SALIB YESUS dan menderita seperti Yesus
> 4. Tidak bisa mandiri
> 5. Terus menerus MENUNGGU hingga Kiamat
> 6. Masih lemah iman
>
> Kalau memang ada (Pasti Ada) seorang Kristen yang berdiri dibelakang
> aksi-aksi provokasi belakangan ini di tanah air, Kasihan Yesus sudah mati dan
> bangkit untuk anda, tetapi anda masih ingin terus dibeli oleh Iblis.
>
> Jangan terus-menerus mengatakan provokasi, kesalahan kita, KENAPA KITA
> MASIH BISA TERUS DIPROVOKASIKAN atau TIDAK DAPAT MEMADAMKAN API YANG
> DIBAKAR OLEH PARA PROVOKATOR
>
> SCORE BOARD: 2-1 untuk yg Kristen/Nasrani
>
> Kristen di Kupang dan Ambon, Horeee OKNUM-OKNUM KRISTEN, kalian sudah
> membalas dendam yang selama ini disimpan. Semoga Yesus terbakar di
> neraka. Betul sudah cerita orang, Kristen Indonesia Timur menginginkan
> kemerdekaan, menjadi REPUBLIK KRISTEN ALA SOEHARTO (Whoever deh...)
>
> Kupang, Ambon, setelah itu yang mana?
> LISTING YANG ADA:
> Jayapura, DILLI, MANADO, SALATIGA, PADANG SIANTAR, BIAK....
>
> tinggal pilih.....mana lagi tempat yang bisa menunjukan KEBERINGASAN
> KRISTEN yang katanya bukan agama kekerasan itu (Kristen cocok juga
> sekarang disebut Kristen Terorisme)
>
> Mati sudah Kristen Nasionalisme.
>
> Andrew Pattiwael <---- Ambon Kristen Kewarganegaraan RI (Until...?)
> (Until saudara-saudara Kristen memutuskan untuk keluar dari
>  Republik Indonesia)
>
> On Fri, 22 Jan 1999, bRidWaN wrote:
>
> > Bung Blucer dan Rekan Permias@ lainnya,
> > Betul kata anda, kita tidak diajarkan kekerasan
> > oleh Agama, juga oleh Orang Tua kita masing-masing.
> > Justru kita diajarkan untuk hidup dalam kedamaian.
> >
> > Berikut saya forwardkan berita dari Radio Nederland
> > hanya untuk informasi saja.
> >
> > Salam,
> > bRidWaN
> >
> > ------------
> > >>* PIHAK CENDANA MEMBANTAH TELAH MENDALANGI KERUSUHAN AMBON DAN KUPANG
> > >>
> > >>Drs. Rusdy Muchtar dari LIPI mengatakan kepada pers Jakarta, jelas ada
> > >>pihak yang memanas-manasi keadaan di Ambon. Sampai dimana keterlibatan
> > >>militer di Ambon ?
> > >>Kedamaian yang meliputi nusantara selama bulan Ramadan, meskipun
> > >>terganggu dengan perkembangan di Aceh kini jelas diragukan
> > >>kelestraiannya. Di Jakarta para pejaba tinggi, pemuka agama dan
> > >>pemimpin-pemimpin suku berturut-turut mengeluarkan statement mengimbau
> > >>masyarakat khususnya di Maluku agar tenang dan tidak menimbulkan perang
> > >>saudara. Hal itu dinyatakan pejabat Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia
> > >>(MUI) KH Ali Yafie. Sekretaris Jenderal Persekutan Gereja-Gereja di
> > >>Indonesia (PGI) maupun para pemimpin masyarakat Maluku di Jakarta
> > >>menyatakan keheranan mereka bagaimana mungkin hubungan harmonis antar
> > >>agama di Maluku yang sudah berlangsung ratusan tahun tiba-tiba bisa
> > >>retak karena soal sepele.
> > >>Meski Kapolri Letjen Polisi Rusman Hadi menyatakan bahwa kejadian di
> > >>Ambon Maluku merupakan kriminal murni, namun Nuku Sulaiman, tokoh pemuda
> > >>dari Maluku Utara berpendapat bahwa tentaralah yang berada di belakang
> > >>kerusuhan SARA itu. Pendapat ini pun diaminkan banyak pihak yang melihat
> > >>bagaimana hal itu sudah disinyalir Majalah Tajuk yang mengutip seorang
> > >>perusuh di Kupang. Insiden Kupang direkayasa, demikian pula Ambon.
> > >>Dikemukakan antara lain bahwa rencana kerusuhan Ambon direncanakan di
> > >>Hotel Cemara Jakarta oleh para pendukung kelompok Cendana.
> > >>
> > >>Menurut Tajuk pertemuan dipimpin oleh SS, seorang wartawan harian
> > >>terkenal di Jakarta. Di situ dibicarakan soal kerusuhan berskala
> > >>nasional. Dana disediakan oleh SH, keluarga mantan presiden Soeharto.
> > >>Menurut seorang saksi yang dikemukakan Majalah Tajuk sasaran berikutnya
> > >>adalah Alor dan Ambon. Seorang provokator memang tertangkap di Alor tak
> > >>lama setelah insiden Kupang. Karena itu Majalah Tajuk yang mengutip
> > >>laporan suatu tim tehnis menduga insiden Kupang adalah bagian dari
> > >>skenario konflik di tingkat elit nasional untuk membenturkan umat Islam
> > >>dengan warga Kristen. Edisi Majalah Tajuk nomor 24 ini beredar seminggu
> > >>sebelum peristiwa di Ambon.
> > >>
> > >>Namun baik Sugeng Suparwoto maupun Siti Hardiyanti Rukmana dan mantan
> > >>KSAD Hartono membantah keterlibatan mereka dalam persiapan aksi-aksi
> > >>kerusuhan itu. Namun demikian ada juga yang berani mengakui keterlibatan
> > >>anggota-anggotanya. Ini diakui seorang tokoh ormas pemuda kepada
> > >>kalangan wartawan ibu kota. Yang terbakar kan hanyalah gedung-gedung
> > >>ibadah saja, katanya. Dan ini gampang dibangun kembali, ujar pendukung
> > >>Soeharto itu dengan enteng.
> > >>
> > >>Tanggap 16 Januari yang lalu sebenarnya Kapolri Rusman Hadi meramalkan
> > >>bahwa pasca Ramadan nanti keadaan Kamtibmas akan kian memanas.
> > >>Perkiraannya itu didasarkan pada dua agenda politik yang akan digelar
> > >>tahun ini, Pemilu dan Sidang Umum. Sementara itu tokoh-tokoh pemuda
> > >>Maluku di Jakarta melihat kejadian di Ambon itu menunjukkan adat pela
> > >>telah melemah atau oknum-oknum provokator itu terlalu kuat.
> > >>
> > >>Seperti diketahui menurut pers ibukota dalam peristiwa Kupang ada
> > >>indikasi bahwa sejumlah oknum aparat keamanan terlibat. Pejabat ketua
> > >>umum MUI Kyai Haji Ali Yafie pun berkomentar di televisi bahwa agama
> > >>dikorbankan untuk kepentingan sesaat. Ada yang mengkambing-hitamkan
> > >>agama, katanya. Iapun menyatakan para pemimpin agama samasekali tidak
> > >>bisa bayangkan bagaimana mungkin pertikaian agama bisa terjadi di
> > >>Maluku. Iapun bertanya mengapa baru sekarang terjadi.
> > >>
> > >>Sementara ini 4.000 pengungsi telah dievakuasi dan 22 orang telah
> > >>tewas. 3 masjid dan 3 gereja terbakar. 100 orang luka-luka.
> > >>Kerusuhan sudah menjalar ke pulau Seram dan Sanana. Potensi
> > >>kerawanan memang ada dimana-mana. Perusuh-perusuh terlatih dari
> > >>Jakarta pun sudah menyebar ke seluruh Nusantara. Harian Manado
> > >>Post pun memberitakan mengenai kerusuhan di Kakas pada hari
> > >>Minggu dan di Bolaang Mongondow hari Senin lalu bersamaan dengan
> > >>peristiwa Ambon.
> > >>
> > >>Namun perkelahian antar warga di Kakas - Minahasa dan Poyoa Besar -
> > >>Bolaang Mongondow, tidak sempat menyebar. 11 orang tertembak di
> > >>Kakas dan diungsikan ke rumah sakit Bethesda Tomohon. Sedangkan
> > >>di Poyoa Besar, 9 rumah dibakar. Perkelahian di Poyoa Besar dimulai
> > >>ketika Tony Kapoyos dicegat dan dipukul oleh Poping dan Santo.
> > >>Maka terjadilah pertarungan antar warga Poyoa dan desa Tabang,
> > >>dan 9 rumah dibakar serta 18 rumah dirusak secara total.
> > >>
> > >>Di Minahasa yang terjadi adalah perkelahian rakyat desa Tonelet
> > >>dan Pakeletan. Entah dari mana massa tiba-tiba muncul dengan
> > >>membawa senjata-senjata berkaliber 4,5 milimeter. Maka jatuhlah
> > >>korban di antara rakyat sesama Sulawesi Utara itu.
> > >>
> > >>Sementara ini diberitakan bahwa di perbatasan Minahasa - Bolaang
> > >>Mongondow diadakan pemeriksaan bis-bis yang akan masuk kabupaten
> > >>Minahasa. Sedang kapal-kapal yang tiba di Bitung diperiksa pula
> > >>karena dikuatirkan para provokator akan menyusut terus ke Menado.
> > >>Sebagian pemuda gereja di Menado pun ikut menjaga masjid-masjid
> > >>di sana. Sebaliknya pemuda masjid menjaga gereja-gereja Menado.
> > >>
> > >>Tetapi sebagaimana dikatakan seorang penduduk Menado, bagaimana kita
> > >>bisa mencegah masuknya orang-orang berdasi yang mendarat dengan kapal
> > >>terbang dari Jakarta? Kini apapun yang dikatakan para pejabat pemerintah
> > >>namun sulit untuk membantah pendapat masyarakat umum bahwa ada pejabat-
> > >>pejabat tinggi sengaja melakukan kekacauan di propinsi-propinsi.
> > >>Bukankah jika sepertiga wilayah Nusantara sudah kacau, keadaan darurat
> > >>militer atau SOB sudah dapat dicanangkan, ujar seorang pengamat.
> > >>
> > >>Yang juga banyak dipertanyakan orang saat ini ialah apa saja yang
> > >>dibicarakan Try Sutrisno, Wiranto dan Soeharto dalam dua pertemuan
> > >>di Cendana menjelang lebaran?
> > >>
> > >>-----------------------------------------------------------------------
> > >>Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
> >
> >
> > At 15:08 21/01/99 -0500, Blucer Rajagukguk wrote:
> > >Hati-hati dengan berita ini.
> > >Pengadu dombaan antara Islam dan Kristen dimulai lagi.
> > >Kepada seluruh orang beragama, waspadalah!!
> > >Dalam agama Islam maupun Kristen tidak diajarkan kekerasan.
> > >Hanya orang-orang yang berniat buruklah yang mau mengadu
> > >domba kedua agama samawi ini.
> > >Kepada para pemimpin agama maupun orang-orang yang
> > >bertaqwa kepada Tuhan. Marilah kita ikut serta aktif
> > >untuk ikut menenangkan keadaan dan memberikan nasehat
> > >kepada teman dan saudara kita untuk tidak termakan
> > >perangkap yang jahat ini.
> > >peace.
> >
> > >Priyo Pujiwasono wrote:
> > >> FYI..
> > >> dari seorang teman.
> > >> Salam prihatin...,
> > >> ~yo
> > >> ---------- Forwarded message ----------
> > >> Date: Thu, 21 Jan 1999 08:57:10 +0100
> > >> From: Hafit Isandono
> > >> Subject: ambon terbakar
> > >>
> > >> Berita dari pk-timur@:
> > >>
> > >> Kesucian Iedul Fitri ternoda . Kamis 21 Januari Pk. 12.00 Saya
> > >> mendapat berita dari Posko Keadilan - DPW P. Keadilan Propinsi
> > >> Maluku sbb:
> > >> Kamis (21/1)  subuh hari kerusuhan antar warga di Ambon semakin
> > >> menggila. Kampung muslim Wailete diserbu oleh orang-orang dari Kampung
> > >> Hatiwe Besar. Akibatnya Wailete rata dengan tanah. Kedua  kampung itu
> > >> sebenarnya satu desa hanya beda dusun. Penduduk Wailete tidak mengira
> > >> mereka akan diserang dari belakang dan dari samping sehingga mereka
> > >> lengah dan tidak mampu menghalau para perusuh?. Serangan mendadak itu
> > >> terjadi tadi subuh Pk.05.00  dan mereka menyatakan dengan terang
> > >> "besok kita akan kembali menyerang".
> > >> Dalam kerusuhan itu 6 orang muslim tewas dan 100 lebih luka-luka.
> > >> Seorang ketua RT Wailete tubuhnya dicincang-cincang mengenaskan.
> > >>
> > >> Para perusuh itu menggunakan panah-panah api dan bertindak brutal.
> > >> Main bakar dan bumi hangus. Kaum muslimin di kampung-kampung sekitar
> > >> Wilete sudah
> > >> mengungsikan kaum wanita dan anak-anak di Kompi C733 dan pos-pos
> > >> keamanan terdekat. Sementara itu, dilaporkan ada beberapa titik api
> > >> berkobar di kota
> > >> Ambon. Sepanjang jalan warga masyarakat bersiap-siap untuk menghadapi
> > >> para perusuh. Kaum muslimin keluar dari rumah masing-masing membawa
> > >> parang dan senjata seadanya untuk membela diri.
> > >>
> > >> PK. 12.05 siang waktu Ambon -  dilaporkan di Desa Airmata China ada
> > >> warga terbakar sebanyak 35 orang (muslim). Sampai Pk. 13.00 masih
> > >> banyak korban
> > >> yang belum terevakuasi dari Airmata China.  Diisukan  Airpam (air
> > >> minum) di desa Airmata China tersebut diracuni.
> > >>
> > >> Di Kota Ambon sendiri sudah ribuan ummat Islam berkumpul di Masjid Al
> > >> Fatah. Di kota ini Korban terakhir meninggal 21 orang luka-luka 96
> > >> orang,  Ummat
> > >> Islam posisinya hanya bertahan dan berdoa. Mereka setia dengan ikatan
> > >> perjanjian damai dengan pihak Nasrani. Penyerangan terencana dan
> > >> terorganisir dilakukan oleh pihak Kristen.
> > >>
> > >> Ketua Dewan penasihat P. Keadilan Ust. Abdul Aziz Arbi sudah ada di
> > >> Masjid Al Fatah bersama ribuan Ummat Islam. DPW. Keadilan siaga I  ---
> > >> Dalam kejadian di Ambon kemarin itu Rumah Wakil Ketua DPW partai
> > >> keadilan Bpk Budi Santoso habis terbakar....
> > >>
> > >> Sementara itu transportasi dan akomodasi di kota Ambon sudah lumpuh.
> > >> Karena Ambon merupakan Pulau kecil sulit bagi Ummat Islam meloloskan
> > >> diri ke tempat lain.... Mohon seluruh Ummat islam mendoakan
> > >> saudara-saudaranya di Ambon.
> > >>
> > >> Para ikhwah yang ingin mengakses berita dari Partai keadilan bisa
> > >> menghubungi Posko Keadilan 0911- 378842
> > >> Untuk mengirim bantuan dana No rekening pada BCA Ambon a/n Ahmad Zaki:
> > >> 0440071830, dan H. Muhammad Kasuba : 0440190456
> > >>
> > >> Wassalamu Alaikum Wr, Wb.
> > >>
> > >> Ahnuur
> >

Kirim email ke