Saya setuju....
tapi dengan syarat, kamu dulu aja yang paling depan bunuh
saudara2 kita yang berkulit "hitam" tsb.
Nanti saya sorakin dari belakang....OK..??
ARSCHLOCH!!


Bonnyku schrieb:

> OK, kelihatannya sebagian besar pengikut mailing-list Permias
> sudah tahu bahwa Menlu Ali Alatas berkata, bila Tim-Tim
> sudah tak mau bersatu dengan Indonesia lagi,
> maka biarkan saja dilepas.
>
> This is Bullshit.
>
> Sebelum saya menulis lebih panjang lebar lagi,
> tolong ingat-kan diri anda dengan sejarah
> perang saudara Amerika (1861 s/d 1865) sewaktu
> presiden USA Abraham Lincoln dahulu.
>
> Dulu bagian selatan USA ingin pecah dari negara
> federal.  Namun Abraham Lincoln ingin tetap
> mempersatukan negara USA.
>
> Sama seperti Indonesia dengan Tim-Tim,
> bila memang bagian-bagian Indonesia yang lain
> ingin tetap "mempertahankan" agar Tim-Tim
> masuk dalam negara RI.
> Yah .... pertahankan-lah secara mati-matian
> wilayah tim-tim itu supaya tetap masuk wilayah
> negara RI.
>
> Bila terjadi pertumpahan darah .....
> yah .... jangan heran.
> Sewaktu perang saudara di USA dulu pun,
> ratusan ribu manusia bertumpahan.
> Namun bila dilihat secara "visi masa depan"
> memang itu adalah jawaban yang terbaik.
>
> Singkat kata, "referendum" ataukah kemauan-nya
> internasional, ataukah PBB ..... semuanya itu Bullshit.
> Bila Indonesia memang negara kuat, dan memang
> ingin tetap mempersatukan negara Indonesia,
> saya tidak heran ..... Indonesia akan mempertahan-kan
> secara mati-matian wilayah Tim-Tim itu.
>
> Ini semua demi masa depan Indonesia pula.
> Sekalian gengsi juga, sih .... he....he...he....
> Kalau mau perang lawan Portugal juga, Ayoooooo ......
>
> ---------------------------------------

Kirim email ke