Title: Darimana Andi? (RE: Biarkan Referendum (fwd))

Bung Andi Pattiwael,

Panggilan Andi saya ambil dari kebiasaan orang bule membuat nama panggilan sbb.:
William: Billy/Bill
Robert: Bobby/Bob
Michael: Mike
Steven: Steve
Ronald: Ronny/Ron
James: Jim
Andrew: Andi
Etc.

Gitu aja....J


-----Original Message-----
From:   Andrew G Pattiwael [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Friday, 29 January, 1999 11:09
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: Biarkan Referendum (fwd)

Bung Efron,

Maksud saya dianaktirikan adalah tidak diberinya kebebasan untuk
menyuarakan pendapat, walau saya rasa ini juga dialami oleh
semua rakyat indonesia. Namun dapat dilihat dari segi politik,
dimana kebebasan berpolitik di Tim-Tim sangat lah ditekan oleh
Rejim Orde Baru, contohnya adalah Santa Cruz Massacre 1991,
begitu banyaknya warga Dilli yang menjadi martyr demi pergerakan
Kemerdekaan mereka.

Wah bangun deh arwah-arwah para prajurit yang wafat karena
integrasi Tim-Tim, mereka berjuang untuk sesuatu yang akhirnya
dilepaskan dengan sia-sia (Atau memang sudah seharusnya)
Mereka wafat untuk perjuangan yang sia-sia.
Bukan hanya Tim-Tim saja yang harus menanggung korban jiwa,
Indonesia juga, korban jiwa para prajurit yang mati di medan
laga, walau apalah kata arti " Aneksasi ", menurut para
politisi, namun bagi prajurit adalah kata perjuangan, pengorbanan
dan kehormatan bangsa.
yah...Amerika pun begitu dengan perang Vietnamnya, mengaku kalah
demi persatuan dan keutuhan bangsa yang akibatnya adalah inflasi
selama dua dekade.
Semoga arwah mereka diterima oleh Tuhan YME. Amin

NB: Bung Efron tahu saya biasanya dipanggil Andi darimana?
    Just out of curiosity....



Andrew Pattiwael





On Fri, 29 Jan 1999, Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) wrote:

> Bung Andi Pattiwael,
>
> Aline ke-2 Anda mengatakan Timtim ditirikan oleh pusat. Bukankah justru
> dianakemaskan? Ongkos untuk Timtim sudah tidak proporsional lagi yang bahkan
> berlebihan.
>
> Nggak ada yang tahu persis mengapa Timtim menjadi provinsi ke-27 RI. Namun
> berdasarkan pemikiran saya sendiri ini adalah proyek Soeharto. BK dengan
> trikoranya berhasil merebut Irian Barat (Jaya). BK juga berhasil menciptakan
> "ganyang Malaysia".
>
> Dalam buku Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan, Oom Benny mengatakan
> ada ketidakcocokan konsep antara Benny dan Soeharto saat "merebut" Timtim.
> Benny maunya perang intelijen, tapi Soeharto maunya penyerbuan militer
> besar-besaran.
>
> Nah, sekarang apa maunya Timtim? Sebelum ada pernyataan Ali Alatas tampaknya
> mayoritas orang Timtim menghendaki kemerdekaan termasuk juga kalangan
> internasional. Begitu RI bilang kalo SU-MPR menyetujui Timtim akan dilepas,
> orang Timtim dan kalangan internasional menuduh RI tak bertanggungjawab.
> T'rus ternyata diadakan referendum yang kemudian hasilnya nyata-nyata
> memilih RI, lalu akan dikatakan bahwa RI curang. Serba salah 'kan? Kalo saya
> sendiri akan bilang "Stop buang duit untuk ngongkosi Timtim!"
>
> Wassalam,
> Efron
>
> -----Original Message-----
> From:   Andrew G Pattiwael [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:   Thursday, 28 January, 1999 19:15
> To:     [EMAIL PROTECTED]
> Subject:        Biarkan Referendum (fwd)
>
> Rekan-rekan permias@,
>
> Walau sangat berat di hati untuk melepaskan tali persaudaraan yang telah
> dibina selama 32 tahun ini, kita harus berbesar hati, akhirnya
> Timor-Timur dapat menentukan nasibnya sendiri. Terima Kasih untuk
> kesadaran pemerintah pusat yang akhirnya memutuskan bahwa status Tim-tim
> harus diselesaikan oleh rakyat Timor Timur sendiri. Sejarah telah
> menuliskan, bahwa Timor-timur telah bergabung dengan Negara Kesatuan
> Republik Indonesia walau masih kurang jelas apakah Tim-tim integrasi ke
> Indonesia atau Indonesia yang menganeksasi Tim-tim. Rakyat Timor-Timur
> sendiri sajalah yang dapat menentukan nasibnya. Apakah itu referendum
> untuk tetap integrasi ke dalam Negara Kesatuan, dengan status otonomi
> luas dan dipimpin oleh pimpinan yang dapat mewakili suara hati rakyat
> Tim-Tim, atau merdeka sebagai negara yang berdaulat, tanpa campur tangan
> dari Portugal yang telah jelas-jelas mentelantarkan nasib rakyat Timor.
>
> Namun tentunya, sebagai seorang saudara kandung (Walau ditirikan oleh
> pemerintah pusat) yang pernah bersama-sama bernaung dibawah asuhan ibunda
> pertiwi, kami menginginkan agar kita tetap bersatu, bersama-sama
> menegakkan kehidupan demokrasi dan bernegara dalam tatanan Negara
> Kesatuan Republik Indonesia.
>
> Pemerintah Pusat akan berubah dan pasti berubah, dari pemerintah yang
> tidak peduli dengan rakyat di daerah terpencil (Era Orde Baru) ke arah
> yang lebih pasti dan nyata, semoga, Pemerintah pusat yang lebih Peduli
> dan menyerahkan kebebasan yang bertanggung jawab kepada rakyat daerah
> untuk membangun daerahnya masing-masing. Kebebasan yang bertanggung-jawab
> dalam arti menguasai kekayaan alam masing-masing dan menciptakan
> kesejahteraan bagi para penduduk didalam wilayahnya. Pemerintah pusat
> hanya akan memberikan sumbangan saran dan bantuan teknis kepada
> masing-masing propinsi dalam pengolahan dan pemanfaatan kekayaan alamnya.
> Pemerintah pusat juga akan mengkoordinir pertahanan dan keamanan nasional
> yang disesuaikan dengan permintaan masing-masing daerah demi menjaga
> kestabilan pemerintahan daerah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan.
> Pemerintah pusat juga akan mengurus hubungan luar negeri, walau juga
> menganjurkan agar masing-masing pemerintah daerah dapat mempunyai
> hubungan persahabatan dan saling menolong dengan negara-negara tetangga
> seperti Malaysia, Singapur, Sabah, Serawak, Filipina, Papua New Guinea,
> Australia dan Guam. Hubungan persahabatan ini dapat berbentuk kerjasama
> dibidang ekonomi, sosial dan budaya. Kerjasama dalam bidang pertahanan
> keamanan adalah tanggung jawab ABRI yang harus dikoordinir dengan
> masing-masing kepala daerah dan DPRD setempat.
>
> Walaupun ini hanyalah imaginasi pribadu belaka, namun tidak tertutup
> kemungkinan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat memenuhi aspirasi
> kita semua di masa mendatang. Sejak dahulu kala, para nenek moyang kita
> telah meramalkan akan datangnya Negara yang Adil dan Bijaksana bagi
> seluruh Rakyat Indonesia, dan tentunya kita (semua)sebagai pewaris
> dari negara tercinta ini, akan terus berharap dan berusaha secara jujur
> dan adil, lewat Pemilihan Umum yang hasilnya disetujui oleh seluruh
> rakyat Indonesia, tanpa mengkesampingkan satu golongan pun, bahwa
> impian dan cita-cita akan negara yang Adil, Makmur dan Sentosa dibawah
> pimpinan Ratu Adil (PEMILU yg JURDIL) akan terlaksana.
>
> Sekali lagi, Selamat kepada Rakyat Timor-Timur
> Laksanakan referendum yang hasilnya sesuai dengan cita-cita dan impian
> seluruh rakyat Tim-tim.
>
>
>
> Andrew Pattiwael
>

Kirim email ke