Rekan-Rekan yang berbahagia,

  Hari Senin 1 Februari 1999, Telkom secara
  resmi akan menaikan harga Pulsa Telepon.

  Kalau mereka ber-orientasi pada biaya, mungkin
  keputusan tersebut adalah tidak salah.
  Lepas dari masalah KKN yang menjadi sumber
  pemborosan atau tidak efektifnya mereka,
  kenaikan kurs Dollar terhadap Rupiah tentunya
  menjadi salah satu alasan yang masuk akal.
  Rugi ? Berapa dan Mengapa ?

  Tetapi kalau mereka memikirkan aspek lainnya,
  seperti aspek 'Pelayanan Masyarakat, atau bahkan
  aspek Marketing, ada kemungkinan mereka salah.

  Mengenai aspek Marketing, kita semua tahu bahwa
  dengan situasi seperti saat ini, penurunan
  penggunaan telepon adalah keputusan yang jitu
  dari para konsumen. Tidak ada jalan dan
  pilihan lain bagi mereka untuk menerima
  keputusan ini, sehingga satu satunya jalan
  adalah mengetatkan penggunaan telepon, baik
  perorangan maupun perusahaan.
  Ini akan menggoyang perkiraan Revenue Telkom.

  Nah, bagaimana dengan aspek Pelayanan Masyarakat ?
  Setelah kenaikan Harga bertubi-tubi dari berbagai
  segi, tentunya keputusan ini akan makin sangat
  memberatkan mereka, dan dirasakan tidak adil.

  Mungkin dimasa mendatang, penambahan Perusahaan
  Telkom di-Indonesia adalah cara yang baik, agar
  supaya Masyarakat akan memperoleh keuntungan
  dari hasil Persaingan mereka.

  Salam,
  bRidWaN

Kirim email ke