Saya sering bertanya kepada diri saya sendiri tentang makna dari
sebuah kata "demokrasi"yang diinginkan masyarakat (mahasiswa) kita.
Saya pernah membahasnya bersama Bung Ridwan dan Bung Panut beberapa
waktu yang lalu, tapi kalau membaca artikel yang memuat kata2
demokrasi, saya jadi bertanya2 lagi, "demokrasi yang bagaimana yang
dimaksud?"

Ini contoh dari sebuah artikel yang dimuat Suara Pembaruan.


=======================================================
                   Komite Mahasiswa Bersatu
                   Kecam Politik Adu Domba

Jakarta, Pembaruan

Duabelas organ Gerakan Mahasiswa di Jakarta merapatkan
barisan dan membentuk Komite Mahasiswa Bersatu serta
menyatakan siap bersama rakyat menggalang kekuatan untuk
mengajak seluruh elemen bangsa yang mendambakan
terwujudnya cita-cita Indonesia baru yang demokratis.

Terbentuknya Komite Mahasiswa Bersatu ini dinyatakan bersama di
Kampus UI Salemba Jakarta, hari Jumat (29/1).

Organ mahasiswa yang merapatkan barisan tersebut antara lain
Keluarga Besar UI (KBUI), Forum Komunikasi Senat Mahasiswa
Jakarta, Forum Kota, Gema IPB, Keluarga Aksi Mahasiswa Trisakti,
Forbes, Komrad, Front Jakarta, Ampera, FJK dan FMJR.

Dalam pernyataan sikapnya, pertama, mendesak agar segera dibentuk
pemerintahan transisi demokratis yang bertugas antara lain mengadili
rezim Orde Baru dibawah pimpinan Soeharto dan Habibie serta
kroninya, membubarkan MPR/DPR serta Kabinet Habibie, mencabut
peran sosial politik ABRI, mempersiapkan Pemilu yang jujur, adil,
langsung umum, bebas dan rahasia.

Kedua, mengecam politik adu domba yang mengakibatkan kerusuhan
antarsesama rakyat yang membuat sendi-sendi persatuan dan kesatuan
bangsa menjadi rapuh.

Menurut Eli Salomo dari Forum Kota, dengan dirapatkannya barisan
mahasiswa Jakarta dalam menyusun agenda aksi ke depan, disepakati
bahwa gerakan yang mereka lakukan merupakan bagian dari
perjuangan mewujudkan Indonesia baru.

Mengenai isu penolakan mahasiswa terhadap rencana pemerintahan
rezim Habibie menggelar pesta demokrasi atau Pemilu 1999,
menurutnya, Komite Mahasiswa Bersatu (KMB) tidak pernah percaya
bahwa pemerintahan Habibie yang merupakan kelanjutan dari rezim
Orde Baru mampu melaksanakan pesta demokrasi seperti yang
diinginkan seluruh rakyat Indonesia.

KMB menawarkan yang perlu dilakukan sekarang adalah segera
bentuk pemerintahan transisi demokratis dan pemerintahan Habibie
yang berkuasa sekarang harus mengundurkan diri dari arena politik
praktis.

Sementara itu, Indra dari FKSMJ menegaskan segala manuver politik
yang dilaksanakna rezim Habibie tidak memperbaiki keadaan, justru
malah memperburuk krisis yang terjadi di Indonesia. Hal ini dapat
dilihat dari kondisi objektif dalam masyarakat dimana kantong-kantong
perekonomian rumah tangga menjadi hancur dan bahaya krisis pangan
dan kelaparan menjadi hantu di tengah masyarakat.

Ditegaskan, dalam waktu dekat seluruh organ mahasiswa di Jakarta
yang telah merapatkan barisan dalam Komite Mahasiswa Bersatu
sepakat untuk mengadakan sosialisasi gagasan tuntutan serta
mendesak pemerintahan Habibie turun dan membentuk pemerintahan
transisi demokratis baru yang lebih mendapat dukungan rakyat.

Sedangkan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum
Mahasiswa Jakarta untuk reformasi (FMDR) menggelar aksi unjuk
rasa ke Departemen Kehakiman untuk menuntut diadilinya Soeharto
dan kroninya ke sidang rakyat karena proses hukum yang dilakukan
ternyata sangat lamban.
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke