Kondisi great depression (di amerika) dan krisis ekonomi(di Indonesia) mungkin berbeda, ketika great depression, hampir seluruh rakyat terkena krisis. Seorang teman (nenek) berkata bahwa keluarganya yang berayahkan seorang dokter ketika itu tidak memiliki uang sepeser pun karena tak ada lagi orang yang memiliki uang untuk membayar dokter. Jadi ayahnya memberikan pelayanan gratis. Kalau krisis ekonomi di Indonesia, yang terjadi adalah bertambah banyak rakyat yang menjadi miskin, dan juga bertambah besar jurang antara orang miskin dan orang kaya. Ingat saja berita investigasi Tempo soal penjualan mobil mewah tetap saja berlangsung. toko bergengsi di mall tetap buka dan masih ada pembeli. Ya jelas aja bikin orang jadi cemburu sosial. Tapi seorang teman memprediksikan amerika pun akan menghadapi great depression part II, yang mungkin lebih parah dan fatal dibandingkan part I. Let's see Pandir Indi wrote: > Seseorang mengatakan kepada saya bahwa pada di Amerika, pada saat The > Great Depression, yaitu sesudah Stock Market crash di awal abad ini > (1929), tingkat kejahatan adalah amat rendah. > > Sementara ini, di Indonesia, pada saat krisis ekonomi sedang dalam > tingkat yang amat pahit, tingkat kejahatan justru bertambah. > > Menurut keterangan diatas, saya berpikiran bahwa tingkat kejahatan > bukanlah berbanding terbalik dengan tingkat kesejahteraan. Atau dengan > kata lain, tingkat kejahatan di Indonesia mungkin tidaklah murni > disebabkan oleh rendahnya pendidikan/kesejahteraan rakyat. > > Apa mungkin nilai moral banyak dari warga negara kita sudah menurun? > (jika "premise" diatas mengenai " crime rate during Great Depression" > benar) > > > > mohon jawaban Anda semua. > > > salam damai > > -- > Indi Soemardjan > > Be my guest: http://pagina.de/indradi ____________________________________________________________________ Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
