-----Urspr�ngliche Nachricht-----
Von: IZAAC TULALESSY <[EMAIL PROTECTED]>
An: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>
Datum: Freitag, 5. Februar 1999 03:48
Betreff: Pasca Kerusuhan Ambon


>Penduduk kota Ambon dan sekitarnya yang begitu toleran dengan heterogen
>di daerah ini akhirnya tercabik-cabik. Budaya Pela dan gandong yang
>tumbuh subur ratusan tahun di pedesaan sepertinya tak bermakna di ibu
>kota propinsi Maluku ini.
>
>Kota Ambon dengan julukan Ambon Manise kini berubah menjadi Ambon
>menangis eee setelah dilanda kerusuhan tanggal 19 Januari 1999 sekitar
>pukul 16.00 BTWI. Silahturahmi idul fitri 1419 H terganggu. Begitu pula
>damainya Natal 25 Desember 1998 dan Tahun Baru 1999 sirna seketika.
>Lemparan batu, ancaman golok dan tombakj antar penduduk Desa Batu Merah
>dan Desa Mardika terlihat sore itu. Asap dan kobaran api yang diawali
>dengan terbakarnya rumah warha Mardika mulai menyebar ke berbagai
>penjuru.
>
>Tak lama kemudian, kepulan asap dan kobaran apipun muncul di Kawasan
>Silale sekitar 2 Km dari kawasan Mardika-Batu Merah. Semuanya ini dipicu
>oleh orang-orangyang tidak betanggung jawabnn alias provokator yang
>diawali dengan pemajakan salah  seorang sopir angkutan kota Jurusan Batu
>Merah di terminal Desa Batu Merah. Sopir angkot tersebut bernama Yopi
>merupakan warga Batu Merah Dalam berasal dari suku Ambon yang beragama
>Kristen sedangkan preman yang memajaknya adalah warga Desa Batu Merah
>Luar yangberasal dari Suku Bugis dan beragama Islam.
>
>Pemerasan dari oknum luar daerah ini menyebabkan teman-teman sedesa Yopi
>datang ke Desa Batu Merah Luar. Sehingga menimbulkan pertengkaran massa
>dan berbuntut kerusuhan.
>
>Aparat keamanan dan Pemda pada saat itu melakukan berbagai upaya untuk
>menetralisir keadaan. Kendati demikian, keadaan belum bisa dikendalikan.
>
>Korban kerusuhan yang teridentifikasikan pihak POLDA MALUKUmenyebutkan
>54 orang meninggal dunia, luka berat 49 orang, anggota ABRI yang
>meninggal 1 orang (KOSTRAD Ujung Pandang) dan yang mengalami luka-luka
>sebanyak 5 orang. Rumah penduduk yang rusak 500 buah, rumah ibdah yang
>rusak 19 buah, kois 82 buah, toko 30 buah, mobil 70 buah, sepeda motor
>45 buah, becak 500 buah, bank 2 buah, bioskop 1 buah, pasar 3 buah,
>sekolah 1 buah, gedung pemerintah 1 buah dan hotel 1 buah.
>
>Kini keadaan kota ambon beransur-angsur tenang dan telah dikendalikan.
>Angkutan Kota telah beroperasi, hanya saja operasinya berlanmgsung
>sampai jam 19.00 BTWI. Melewati batas waktu tersebut ruas-ruas jalan di
>Kota Ambon mulai terlihat lenggang.
>
>Aparat keamanan yang terlibat pengamanan kerusuhan di Ambon sebanyak 8
>SSK ( Satuan Setingkat Kompi ) POLRI dan 8 SSK TNI-AD. Aparat keamanan
>tersebut ada yang berasal dari Kostrad Ujung Pandang dan BRIMOB Daerah
>Sulsel yang di-BKO-kan di Ambon.
>
>Memang menurut Menhamkan/Pangab dan Pangdam VIII/Trikora ABRI bertindak
>netral tetapi di lapangan kami melihat ABRI khususnya yang berasal dari
>Ujung Pandang seringkali melinmdungi Kaum Islam.
>
>Ketua MUI Maluku terlihat tidak berdaya didepan umat Islam. Saat
>berbicara di depan umatnya, beliau gemetaran.
>
>Kemarin USKUP Ambon Mgr. Mandagi, MSc memberikan Sumbangan Dana dari
>Umat Katolik sebanyak Rp. $0 juta untuk umat Kristen Protestan dan Rp.
>40 juta untuk Umat Islam.
>
>Demikian kisah kerusuhan Ambon dan pasca kerusuhan.
>
>Jika ingin memperoleh informasi keadaan Ambon pasca kerusuhan yang lebih
>jelas dapat menghubungi saya lewat e-mail : [EMAIL PROTECTED] atau
>Telp. ( 0911 ) 356270
>
>Selain itu sebagai wujud rasa kemanusiaan kita terhadap sesama kita yang
>menjadi korban kerusuhan saya mengharapkan rekan-rekan dapat memberikan
>bantuan kepada mereka yang menjadi korban.
>Baik dalam bentuk makanan, pakaian layak pakai ataupun uang.
>Bantuan tersebut sebelum dikirimkan dapat dikonsultasi jalur
>pengirimannya dari alamat rekan-rekan kepada saya lewat jalur komunikasi
>e-mail dan telp. yang tertera diatas.
>Saya di Ambon akan membantu menyalurkannya kepada POSKO-POSKO Umat
>ataupun melalui PEMDA Maluku.
>
>Atas perhatian dan uluran tangannya saya ucapakan terima kasih
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>

Kirim email ke