Ide di surat pembaca Kompas pagi ini menarik. Mengapa tidak meniru US yang
menjanjikan hadiah besar dan perlindungan saksi untuk mengundang informasi
dari kalangan dalam jaringan provokator ? Dibandingkan besar kerugian satu
kerusuhan saja di Ambon yang diperkirakan mencapai Rp. 1.000.000.000.000,
maka hadiah sebesar Rp. 5.000.000.000 bukanlah nilai yang besar.
Nampaknya kemauan membongkarnya yang masih tanda tanya !
-----Original Message-----
From: Dodo D. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 08 Februari 1999 22:38
Subject: Provokator
>MILTON, SALAH SATU OTAK KERUSUHAN AMBON DAN KETAPANG
>
>JAKARTA (SiaR, 5/2/99) -- Milton, seorang preman Ambon yang disegani,
>merupakan kunci untuk menyingkap kerusuhan Ambon dan Ketapang.
>Demikian investigasi SiaR di kalangan preman Ambon yang berdomisili di
>Jakarta, Kamis (4/2) kemarin. Akibat keterlibatannya sebagai operator
>lapangan kerusuhan Ambon dan Ketapang, para pemuda Ambon di Jakarta
>yang
>merasa diperalat kini sedang "memburu" Milton untuk diminta
>pertanggungjawabannya.
>
>Menurut Rahakbauw, salah seorang koordinator preman Ambon yang
>terlibat sebagai anggota sekuriti gedung perjudian dalam kerusuhan
>Ketapang, Milton adalah operator lapangan yang menjadi kaki-tangan
>Yorrys Raweyai, dan Ongen Sangaji. Yorrys dan Ongen, lanjut Rahakbauw,
>merupakan aktor intelektualnya, sedangkan suntikan dana berasal dari
>Tommy Soeharto dan Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut.
>
>"Jadi kalau polisi mau sungguh-sungguh membongkar seluruh jaringan
>kelompok pengorganisir kerusuhan-kerusuhan di tanah air, pegang saja
>Milton. Beta jamin seluruhnya terbongkar. Asal tidak ada rekayasa,
>Milton akan buka mulut," katanya.
>Rahakbauw yakin, kalau Milton diciduk, Yorrys dan seluruh jaringan
>tidak
>akan mungkin berkelit dari dugaan keterlibatan mereka.
>Yorrys yang awal pekan ini dimintai keterangan oleh tim intelejen Mabes
>POLRI di Hotel Grand Melia, mengelak tudingan yang gencar dialamatkan
>ke
>dirinya selama ini, bahwa ia merupakan dalang atau aktor intelektual
>kerusuhan di Ketapang maupun di Ambon. Uniknya, Ongen Sangaji yang
>menuju Ambon bersama Milton dan ratusan preman Ambon awal Desember
>1998
>lalu, sehari setelah kerusuhan Ambon, 19 Desember 1998, malah membuat
>konferensi pers mengecam kerusuhan tersebut.
>
>"Bung, itu kan cara mereka berbagi peran. Dengan bikin keterangan pers,
>mereka mau bikin diri seolah-olah tak terlibat. Bung tahu, uang bisa
>atur semuanya," ujar Kifta, seorang preman Ambon asal Tanjungpriok
>yang
>saat itu mendampingi Rahakbauw kepada SiaR.
>Para preman Ambon asal Tanjungpriok, dengan dibantu para preman Ambon
>dari Cengkareng dan Kwitang kini sedang "memburu" Milton yang
>dianggap tak bertanggungjawab. Perburuan tersebut sudah dilakukan sejak
>kerusuhan Ketapang, akhir November 1998. Pada awal Desember 1998, para
>preman itu mendengar kabar bahwa Milton yang mereka buru, ikut bersama
>Ongen menuju Ambon. Kerusuhan Ambon meletus pada 19 Desember 1998.
>
>Meskipun Ongen telah kembali ke Jakarta, serta memberi keterangan pers
>yang mengecam kerusuhan tersebut, Milton hingga kini tak diketahui
>keberadaannya.
>Menurut para preman Ambon, Ketua Pemuda Pancasila, Yapto
>Suryosumarno juga merasa segan terhadap sosok Milton yang dikenal nekad
>dan berdarah dingin. Baik Rahakbauw maupun Kifta mensinyalir, Milton
>yang sedang diburu para preman Ambon itu dilindungi oleh suatu
>"kekuatan
>besar". "Mungkin elite militer, mungkin keluarga Cendana sendiri, cari
>tahu sendiri lah," kata Rahakbauw kepada SiaR.
>
>Para preman Ambon Tanjungpriok sendiri tak peduli dengan "kepopuleran"
>Milton di kalangan preman ibukota. "Kami tak peduli, kami akan terus
>cari dia sampai ketemu. Kalau perlu kami lapis sekalian dengan Yorrys
>dan Yapto. Kami tak rela, saudara-saudara kami di Ambon baku belah, di
>sana Islam-Kristen itu satu saudara," ucap sejumlah preman Ambon asal
>Tanjungpriok gusar.***
>
>
>_________________________________________________________
>DO YOU YAHOO!?
>Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>