Saya selalu sedih sekali mendengar berita ttg. nelayan dan petani yang selalu ditindas dan ditipu oleh para tengkulak dari desa mereka sendiri. Kenapa kita jarang sekali memikirkan nasib mereka? Padahal sebetulnya kita semua berhutang budi kepada mereka yang selalu bekerja keras menanam padi, menangkap ikan. BUkankah segala macam hasil pangan yang kita nikmati di Indonesia adalah hasil keringat mereka di desa2? Ada banyak hal yang patut kita kagumi di dalam diri petani/nelayan, selah satunya: Bagaimanapun juga besarnya penderitaan di desa, mereka selalu ada waktu untuk tersenyum. Cobalah pergi ke desa miskin yang terpencil di Jawa Tengah, ada pasti akan mendapat senyuman tulus dari mereka. Kenapa? Mungkin karena mereka adalah kaum yang selalu "nrimo". Seringkali, jika panen padi gagal karena dimakan tikus, mereka tidak ada pilihan lagi selain memburu tikus2 tsb. dan memakannya. (Hal ini adalah hal biasa di pulau Jawa). Kasihan mereka.... Jangankan dirugikan oleh tikus, para pejabat pemerintah RI pun sering melarikan dana subsidi untuk pupuk maupun beras yang seharusnya diberikan kepada para petani tsb. Adakah wakil rakyat yang betul2 mampu menaikkan status ekonomi petani? Mungkin saya hanya ber-angan2 apabila ada salah satu dari kita yang rela untuk tinggal di desa untuk membuat perubahan nyata, semacam "social enterpreneurship". Hal ini tentunya memerlukan dedikasi dan pengorbanan yang besar. Sekian pendapat kecil saya hari ini. -- Indi Visit my world: http://pagina.de/indradi
