Dear,

Kan kutulis di diaryku
saat-saat indah bersamamu
bercerita kita tentang rembulan
yang menangis karena tak mampu
memberi kau sinarnya

kutatap tumpukan buku
yang belum selesai terbaca
debat pun tak pernah kita akhiri
karena hari tak pernah mengizinkan

malam ini kuberdiri sendiri
menatap ke langit
berharap bulan bersinar lagi
terlihat senyumnya yang sendu
terpatri kesedihan yang mendalam, tak terukur
diikutinya tatapanku
ke arah tumpukan kertas-kertas kita
seakan tak mampu berucap
disebarkan pesan maafnya
karena tak kuasa menahan kehendak alam

buku-buku itu tetap ditempatnya
tak pernah tergeser oleh waktu
nampak menunggu kedatanganmu
kehausanmu akan uraian disetiap lembarnya
redup wajah bulan menemani setiap malam
sebab hari tak pernah bersahabat kepadanya

akan kukirimkan diaryku tentang bulan
dan buku-buku kita
lewat sepoi angin di lembah hijau pegunungan
yang masih suci dari serbuan debu jalanan
harap kau mengerti bahwa aku, buku-buku, dan
bulan tak akan pernah melupakanmu


salam,

ida


ida


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke