-----Original Message-----
From: Zachri Kumoring <[EMAIL PROTECTED]>
To: Stock <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, February 12, 1999 7:39 AM
Subject: [STOCK] BISNIS: Dow Jones luncurkan indeks untuk pemodal muslim

 
 Berita Bursa Edisi : 12-FEB-1999 
 

Dow Jones luncurkan indeks untuk pemodal muslim

JAKARTA (Bisnis): Dow Jones & Company meluncurkan The Dow Jones Islamic Market Index pemodal yang ingin berinvestasi secara Islam di mana PT Semen Gresik dan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) merupakan perusahaan Indonesia pertama yang terdaftar dalam indeks itu.

David Moran, Dirut Dow Jones Indexes, menjelaskan indeks tersebut dibuat berdasarkan 600 jenis saham yang mengikuti hukum syari'ah dari 30 negara dengan jumlah total kapitalisasi hampir US$7,5 triliun.

"Kini pemodal Islam, sosial dan etnik mampu membuat keputusan berdasarkan informasi yang sesuai dengan portofolio investasi terbaru sebagaimana pemodal di seluruh dunia menggunakan Dow Jones Industrial Average," katanya siaran pers yang diterima Bisnis kemarin.

Dengan demikian, lanjut dia, indeks tersebut dapat melayani investor Islam yang kini jumlahnya semakin berkembang.

David mengungkapkan Dow Jones telah mengumumkan penerbitan lisensi bagi Brown Brothers Harriman & Company dan Wafra Investment Advisory Group-anak perusahaan Public Institution for Social Security dari Kuwait untuk menciptakan dana yang dapat diperdagangkan berdasarkan indeks Dow Jones Islamic.

"Untuk memastikan semua sekuritas yang terpilih berdasarkan hukum syariah maka pakar Islam yang bergabung dalam Shari'ah Supervisory Board akan memberikan pertimbangannya."

Anggota dewan itu terdiri dari Jaksa Muhammad Taqi Usmani [Pakistan], Abdul Sattar Abu-Guddah [Syria], Mohamed Elgari [Saudi Arabia] Syaikh Nizam Yaqubi [Bahrain] dan Syaikh Yusuf Talal DeLorenzo [AS].

Direktur Dow Jones Islamic Index Group A. Rushdi Siddiqui mengatakan, "Shari'ah Supervisory Board telah menjalin kerja sama dengan kami untuk membentuk parameter rasio finansial yang konservatif untuk utang, piutang dan non-operating interest income screens bagi setiap perusahaan." (rr)

© 1998 www.bisnis.com
[EMAIL PROTECTED]
 
 Berita Bursa Edisi : 12-FEB-1999 
 

Kirim email ke