syair-syair "cinta" ramadhan pohan
(antara sofia-ankara 1993-1997):

Yakinmu

Kuyakin hidupmu kan cerah
Asal saja kau pun meyakininya
Hadapi hari-hari yang ada
Tanpa mimpi ataupun ilusi
Percayalah, biar semua mengalir apa adanya
Petik saja hikmah setiap peristiwa
Mesti ada rasa bijaksana

        Aku sudah berjalan cukup lama
Lewati semua duka sepertimu
Dan aku tetap ada
Berpijak di bumi rata
Berhasil dan gagal hanya sementara
Keabadian hanya sia-sia

Hidup dan cinta tak ada beda
Sama-sama melintas di waktu
Sama-sama kabut dan cahaya
Hadapilah hari-hari yang ada
Dengan rasa dan cipta
Yakinilah
Percayalah



AtAs nAmAmU

Getar halus tatapanmu
Cukup menusuk kalbuku
Bagai nyanyian cinta
Dalam mitologi Yunani
Jiwaku melayang terbang
Bisikanmu selembut kapas
Mematri dalam ingatanku
Engkaulah Dewi Minerva
Slama ini kucari-cari

        Kini dia tlah jauh
        Pergi dengan cita-cintanya
        Kini hanya bayang jejaknya
        Jadi legendaku sendiri

Padamu awan kubertanya
Adakah ia kan kembali
Di sini atau di sana nanti
Ku kan coba tetap tegar
Atas nama cinta
Ayas nama kasihku�



                EgO
Kuingatkan sejak dulu
Jangan coba ubah diriku
Jiwaku adalah milikku
Biarkanku jalan sendiri
Cinta bukan untuk menguasai
Bukan demi monopoli
        Kau tahu, dirimu terlalu memburu ego
        Aku bosan, lebih baik aku sendiri saja
Hari ini kau datang lagi
Dengan ambisi dan mimpi
Ingin ubah jalanku
Betapa naifnya, O
        Cinta bukan segalanya
        Tentukan pilihan hidupku
        Cinta hanya bagian kecil
        Dari perjalanan panjang hidupku




        CiNtA fIkSi
Cinta fiksi semata
Sejak Shakespeare, Siti Nurbaya
Sampai yang kontemporer
Karna kesetiaan dan kejujuran
Bikinan belaka
Menciptakannya
Meretakkannya
Terus begitu, tanpa jemu

        Begitu juga cintamu untukku
        Fiktif saja
        Begitu jugsa cintaku padamu
        Fiktif semata
        Kita tahu,
        Masa bodo
        Kita tak pernah bosan

Jika kau dan aku tetap bersama
Smata maumu dan mauku
Mungkin juga fiksi
Indah demi indahnya kisah
Sebab realita itu perih
Sulit dibanding berpura-pura
        O, fiksi, O ilusi
        Cinta kita fiktif
        Cinta itu ilusi

Kirim email ke