Bung Tito, anda tidak berbuat salah terhadap saya, jadi tidak perlu minta maaf.
Yang diceritakan sebelumnya ialah model wawancara yang harus dilakukan dengan bertemu face to face dengan responden. Selama si pewawancara dengan responden bersepakat untuk membuat pernyataan yang sama, maka akan sulit bagi pengawas untuk mengetahuinya.
Saya coba tanya alasan mengapa mesti begitu, pertama karena si pewawancara harus kejar setoran. Semakin sedikit questioner yang terisi, semakin sedikit fulus yang masuk kantong. Kedua, umumnya kalau responden adalah mid-career person atau sedang dalam posisi high demand, waktu untuk menerima orang yang hanya untuk wawancara semacam itu sangat terbatas. Jadi bisa dikatakan bersifat simbiosis mutualisme.
Kalau persoalan prosedur wawancara dan perangkat penelitian lainnya, saya sangat percaya kalau mereka sangat hebat. Apalagi kalau presentasi hasil penelitian. Namun siapa bisa kontrol pekerja lapangan yang bersepakat dengan respondennya?
Namun demikian saya sangat berterima kasih atas informasi seminar SRI-nya.
Adri Amiruddin
[EMAIL PROTECTED]
----------
From: Tito <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: PK "Menang" Pemilu
Date: 16 Februari 1999 20:02
Maaf, bung Adri ... saya tidak setuju dg pendapat anda ttg SRI! yg anda terangkan adalah salah satu bagian dari teknik interview atau yg dikenal dg CATI ! (melalui telepon) ... dan semua ada yg namanya QC ! dan ini dilakukan tidak hanya sekali tapi ada beberapa tahap or level ! salah satu value dari SRI (AC Nielsen) adalah honesty, and integrity ... jadi kalo ada yg interviewer curang, saat itu juga dikeluarkan dari SRI ... termasuk petugas QC ! kalo anda memang tertarik bgm SRI melakukan survey, anda bisa datang ke seminar yg di adakan SRI secara gratis buat agency, press or student dan anda bisa bertanya sebanyak banyaknya ttg teknik sampling and QC ! Or anda bisa kontak langsung ke SRI di Jakarta. Salam, Tito
-----Original Message-----
From: Adri Amiruddin <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>>
To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>>
Date: Monday, February 15, 1999 5:14 AM
Subject: Re: PK "Menang" Pemilu
Iya tuh. Memang kira-kira begitu. Namanya juga polling, meski tidak secanggih di Amrik. Konon kabarnya, menurut cerita orang-orang di periklanan, data yang mereka pakai di SRI pun sering diragukan kebenarannya. Saya pernah punya adik asuh yang kerja di SRI. Ketika wawancara dengan responden, mereka tidak bertatap muka dan cukup melalui telepon. Dan dengan perjanjian, kalau nanti ada cek dari pihak SRI mereka (pewawancara dan responden) sama-sama tahulah. Dan hampir 50% dari jawaban questioner cukup diisi semaunya pewawancara, asal data pribadi responden sudah benar.
Kalau kenyataannya nanti, mari kita tunggu siapa yang bakal menang. Namun barang kali ada yang bisa kasih jelas, elemen atau variable apa yang sebaiknya dicermati dalam melihat kekuatan atau daya tarik sebuah partai. Harapan saya sich, kali aja Daeng Ida bisa kasih jelas barang sedikit. Biar diskusi sedikit lebih rame lah.
Salam
Adri Amiruddin
[EMAIL PROTECTED]
----------
: From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
: To: [EMAIL PROTECTED]
: Subject: Re: PK "Menang" Pemilu
: Date: 15 Februari 1999 15:26
:
: Bung Adri,
:
: kalau masalah polling sih saya pikir PDI Perjuangan
:
: akan 'selalu' menang......
:
: Tapi saya engga tau kalau pas Pemilu nanti....:)
:
:
: Salam,
:
: bRidWaN
:
: ===============================
:
: At 10:50 19/01/99 +0700, Adri Amiruddin wrote:
:
:
: <excerpt><fontfamily><param>Verdana</param><bigger>Eh maaf, RALAT, yang
: menang dalam polling KOMPAS hari ini
:
: ialah PDI Perjuangan.
:
:
: Adri Amiruddin
:
: <underline><color><param>0000,0000,ffff</param>[EMAIL PROTECTED]
:
: </color></underline>
:
: ----------
:
: From: Hadeer
: <<<underline><color><param>0000,0000,ffff</param>[EMAIL PROTECTED]</color></underline>>
: Date: 15 Februari 1999 9:53
:
: </bigger></fontfamily><bigger><fontfamily><param>Arial</param>
:
: Dear :
:
: Hasil sementara "Pemilu On Line Tempo" Senin 15 Februari 1999 Pukul 9.52 WIB
:
:
: 1. PK (157)
:
: 2. PAN (134)
:
: 3. PDI Perjuangan (48)
:
: 4. Golkar (23)
:
: 5. ...........
:
:
: Saya mikir - mikir koq PK bisa menang di Pemilu On Line Tempo, PAN saja dengan
:
: "basis" Muhammadiyah bisa tertinggal.
:
:
: Dan saya ketemu jawabannya....Ternyata PREMAN tidak bisa pakai Internet....
:
: he...he.... :-)
:
:
: Smile,
:
: </fontfamily></bigger></excerpt><bigger><fontfamily><param>Arial</param> Hadeer</fontfamily></bigger>
