Andrew, two wrongs do not make one right! Salam, alvian lagi belajar jujur, sportip, obyektip -----Original Message----- From: Andrew G Pattiwael [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Friday, February 19, 1999 9:43 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Penyadapan Pembicaraan Habibie dan Ghalib Komentar Akbar Tanjung: Kemudian terhadap orang-orang yang diperiksa, misalnya tokoh-tokoh yang pernah berjasa atau pernah ikut dalam pemerintahan atau orang yang pernah mengambil bagian dalam kehidupan pemerintahan, berbangsa, dan bernegara, bilamana diadakan pemeriksaan ya tentu saja hendaknya memperlakukan orang-orang itu sesuai dengan apa yang telah pernah diabdikan kepada bangsa dan negara. Sesuai dengan apa yang telah pernah diabdikan kepada bangsa dan negara? Apa maksudnya komentar Mensesneg Akbar Tanjung ini? So Akbar said TAKE EASY WITH THAT OLD MAN seperti juga kata Habibie Alihkan penyelidikan kepada yang lain. Sekarang kan intinya bukan siapa yang menyadap isi pembicaraan dari Ghalib dan Habibie, tapi intinya adalah ISI dari penyadapan itu. Isi dari penyadapan itu (Kalau memang ini adalah pembicaraan GHALIB dan HABIBIE) memperlihatkan KETIDAK SUNGGUHAN KEJAKSAAN dan PRESIDEN untuk menyelesaikan Permasalahan Soerharto. Kan Hanya Ghalib yang menyangkal bahwa ia dan Habibie adalah pemilik dari suara tersebut, sedangkan Habibie lewat sesneg tidak menyangkalnya. Jadi siapa pemilik suara ini? Well, sekarang baru kita tahu kesungguhan Pemerintah dan Kejaksaan dalam membongkar atau menyelesaikan permasalahan ini. Mereka ternyata masih terus mengulur penyelesaian masalah Soeharto. Sampai kapanpun masalah Soeharto tidak akan dapat terselesaikan, jikalau bekas-bekas pembantunya yang disuruh mengurus permasalahn ini. Jadi intinya lagi, bukan siapa yang menyadap, tapi siapa yang mempunyai suara tersebut? Apakah Habibie dan Ghalib ? Apa maksud Habibie untuk mengalihkan pemeriksaan dari Soeharto ke Arifin Panigoro Cs.? Apa inti dari pembicaraan Ghalib dan Habibie tersebut? Terima Kasih kepada Pelaku Penyadapan Andrew Pattiwael
