Wah, pagi-pagi membaca berita ini seru juga yah...
Tim yang sepertinya Tim ICMI plus ini sepertinya
mempunyai objectives tertentu melalui proses
Reformasi. Yang pasti, objective-nya bukan untuk
mempertahankan status quo........sekali lagi : bukan
untuk memepertahankan status quo !
(ini kata Adi Sasono lho....)

Salam,
bRidWaN
-------------------------------------------------------
At 00:21 27/02/99 +0100, harsono wrote:

HARIAN UMUM SUARA MERDEKA
Berita Utama Sabtu, 27 Februari 1999

Tim Reformasi-Madani Dikukuhkan

JAKARTA- Presiden BJ Habibie mengukuhkan Tim Nasional Reformasi
Menuju Masyarakat Madani (TNRM3) dan melantik 100 anggota tim, dalam
suatu upacara di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat. Dalam tim tersebut, Adi Sasono
ditunjuk menjadi Ketua Dewan Penasihat. "Tapi tim ini bukan direkayasa
untuk mempertahankan status quo,'' tegas Adi Sasono kepada pers,
membantah anggapan sejumlah kalangan mengenai timnya.

Tugas tim ini antara lain menghimpun pemikiran tentang transformasi ekonomi,
politik, hukum, sosial dan budaya, serta perkiraan dampak globalisasi terhadap
berbagai aspek kehidupan bangsa.

Tugas lainnya, menyusun makalah kebijakan tentang perkiraan arah
perkembangan transformasi untuk disampaikan kepada Presiden,
serta merumuskan rekomendasi dan pemikiran tentang upaya mendorong
transformasi bangsa menuju masyarakat madani.

Dalam tim ini, Presiden menjadi Pelindung, sedangkan anggota Dewan Penasihat
berjumlah 21 orang. Beberapa nama yang termasuk Dewan Penasihat antara lain
JE Habibie (adik BJ Habibie), A Malik Fajar, Akbar Tanjung, Ali Alatas,
Jenderal Wiranto, Ginandjar Kartasasmita, Feisal Tanjung,
Syarwan Hamid, dan ZA Maulani.

Sedangkan Sofian Efendi ditetapkan sebagai Ketua Tim Pelaksana, dibantu
tiga wakil ketua, Ahmad Watik Pratikna, Jimly Asshiddiqie, dan Dewi Fortuna Anwar.

Tim ini dibagi dalam tujuh kelompok, yang tiap kelompok dipimpin seorang
koordinator. Ketujuh kelompok itu adalah Reformasi Ekonomi (Koordinator
Prof M Dawam Rahardjo), Reformasi Teknologi Industri (Laode M Kamaluddin),
Reformasi Politik (Letjen Soesilo Bambang Yudhoyono), Reformasi Sosial
Budaya (Taufik Abdullah), Reformasi Kelembagaan (Mustopadidjaja AR),
Reformasi Hukum dan Perundang-undangan (Jimly Asshiddiqie),
serta Kelompok Reformasi Pendidikan dan Pengembangan SDM (Malik Fajar).
(eh-48k)

Kirim email ke