Rekan-rekan yth.,
Saya setuju dengan pendapat KH Ali Yafii tsb., karena inilah akar
permasalahan yang ada di republik kita selama ini. Apa yang terjadi
selama ini adalah sebagai 'outcome' dari 'input' yang tidak baik dan
'process' yang buruk. Katakanlah 'input' di sini adalah para pimpinan
bangsa, dan 'process' di sini adalah penyelenggaraan sistem kenegaraan
dan kemasyarakatan (termasuk politik, hukum, ekonomi, dan budaya).
Sedangkan 'outcome' adalah kejadian-kejadian seperti demonstrasi,
kerusuhan-kerusuhan, dan kriminalitas, sebagai akibat dari 'output' nya
(banyaknya pengangguran baru, basic need tidak terpenuhi karena mahal,
frustasi mendapatkan pengayoman dan kebenaran, dll.).
Adalah sangat menyakitkan kalau mendengar para pimpinan bangsa yang
mengatakan: masyarakat sedang sakit-lah, masyarakat rendah kesadaran
hukumnya-lah, masyarakat rendah kesadaran bertananegaranya-lah,
masyarakat rendah rasa nasionalismenya-lah, dan -lah ... -lah... yang
masih banyak lagi lainnya.
Kontras sekali dengan suasana di negara yang makmur. Masyarakat tenang
mencari nafkah, tenang ke sekolah, rela membayar pajak, hidup saling
menghormati dan menghargai antar ras, agama, dan harga diri, dan
mentaati peraturan dan hukum yang berlaku, karena sangsinya jelas dan
tegas yang sudah barang tentu bisa memberikan kesadaran kepada si
pelanggar. Di tempat ini masyarakat belajar hukum dari kehidupannya
sehari-hari dimana yang melanggar memang kena sangsi sedangkan yang
tidak melanggar ya hidup tenang. Di tempat ini tidak perlu rakyat atau
pemerintah menggembar-gemborkan rasa nasionalisme.
Kalau begitu, apa sih sebenarnya yang diinginkan oleh rakyat kebanyakan
dari negaranya ini? Paling banter adalah seperti yang terjadi di negara
makmur tadi, yaitu dapat mencari nafkah dengan tenang, sekolah dengan
tenang, dan hidup berdampingan dengan damai antar sesama. Ini khan
sebenarnya tidak terlalu muluk-muluk, tetapi kenapa hal-hal tsb. susah
sekali didapat di republik kita?
Saya akan mendukung calon pimpinan bangsa yang mengkonsentrasikan diri
dan programnya untuk memenuhi keinginan-keinginan rakyat kebanyakan tsb.
Salam,
Budi
bRidWaN wrote:
>
> Rekan Yth.,
>
> Boleh juga berita ini menjadi renungan kita semua,
> sebelum kita memilih yang lumayan dari yang ada..........=)
>
> Salam,
> bRidWaN
> ------------------------------------------------------------
> MUI: Perlu Rehabilitasi Moral Pemimpin Bangsa
>
> detikom,Jakarta-Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)
> KH Ali Yafii menyatakan, akar masalah krisis nasional
> yang tengah terjadi saat ini adalah krisis moral
> kepemimpinan bangsa. Sehingga rehabilitasi mental sebagai
> obat krisis tersebut dimilai dari pemimpinnya.
>
> Pernyataan Ali Yafii disampaikan pada jumpa pers di kantor
> MUI di Masjid Istiqlal, Jum'at (26/2/1999). Menurut
> Ali Yafii, pemimpinlah yang mesti pertama kali direhabilitasi
> moralnya. "Kebanyakan masalah kita muncul dimulai dari
> tingkat elit. Rakyat kan semuanya baik-baik," kata Ali Yafii.
>
> =============================================================
> simak di: http://www.detik.com/berita/199902/990226-1932.html