Membaca komentar yang sangat positif dari bung Yusuf W., Ichwan R. dan
daeng Ida membuat hati saya pribadi lega. Mudah-mudahan jika para
politisi maupun pimpinan mampu berpikir sama, menuntaskan masalah yang
terjadi tidaklah sesulit mencari jarum dalam jerami.
peace.
Yusuf-Wibisono wrote:
>
> ...
>
> >Ada yang bisa membetulkan logika dan cara pandang saya :
> >
> >Saya yakin bahwa yang menjadi inti dasar dari perilaku manusia adalah
> >moralnya. Entah dia sedang diprovokasi atau sedang dihasut....selama
> >moralnya berjalan sesuai dengan fungsinya, seseorang tersebut tidak akan
> >menjadi "sesat".
> >
> >Tolong klarifikasi :
> >
> >Mayoritas Nasrani Amerika menjunjung tinggi nilai - nilai peradaban
> >manusia dan menghargai manusia-manusia yang beragama lain. Apakah mereka
> >sedang menjalankan ajaran Kasih atau sedang dalam keadaan sekuler (tidak
> >menjalankan ajaran Kasih).
>
> Yw: Ah, anda nih jangan begitu... Jangan melihat semua orang itu
> dengan frame-work Islam. Kalo anda tahu praktek kehidupan mereka,
> anda mungkin tahu, frase: '... Mayoritas Nasrani Amerika ...'
> itu agak kurang pas.
>
> Analoginya gini: di masyarakat Islam (di Indonesia, misalnya),
> ada berbeda-beda kepercayaannya, dan salah satu kelompoknya
> adalah, yg sering disebut: 'Islam KTP'. Atau dg kata lain:
> 'bukan beneran Islam'. Amerika juga sama. Kebanyakan cuma
> 'agama KTP'... Jadi ya,... ajaran Kasih, nggak perlu diomongin
> buat yg cuma penganut 'agama KTP' itu. Irrelevan. Iya nggak?
>
> >Mayoritas Nasrani Ambon "menghabisi" kurang lebih 1000 minoritas muslim
> >Ambon. Apakah mereka sedang menjalankan ajaran Kasih atau sedang tidak
> >menjalankan ajaran Kasih...
>
> Yw: Soal Ambon, saya no comment, lah. (Soalnya tata kemasyarakatannya
> saya nggak begitu ngerti). Tapi andaikan situasinya kayak di US
> juga, saya nggak heran.
>
> Sebab di Quran itu sudah disebutkan, bahwa di antara umat agama lain,
> yg paling dekat dg Umat Islam itu (hubungan agamisnya) adalah umat
> Nasrani (yg tentunya ini Nasrani yg beneran). Kita (Muslim) kan percaya
> Quran, jadi nggak mungkin yg membantai itu umat Nasrani beneran
> (sesuai hakikatnya).
>
> Saya sendiri tidak paham apa definisi penganut ajaran Kristen atau
> Katolik,
> tapi apakah orang-orang yg tidak menjalankan ajaran kasih, bahkan berlaku
> yg 180 derajat bertentangan dari itu masih bisa disebut penganut?
>
> Jadi kalo kembali ke terminologi Islam, menurut saya kelompok
> pembantai itu lebih tepat digolongkan kepada kelompok 'kafirin'
> dari pada kelompok 'ahli kitab'. Apa anda berani bilang bahwa pembantai
> itu BUKAN kelompok 'kafirin'? (Tapi lebih baik dari itu)? Kan tidak.
>
> Kalau anda masih beranggapan bahwa kelompok pembantai itu
> (di Ambon, di Jkt, dimana pun) adalah orang YG BERAGAMA.
> Saya tidak setuju. Kalau ada yg menghasut, bahwa yg membantai itu
> orang BERAGAMA, saya sarankan anda jangan percaya. Lebih baik
> anda percaya pada statement Rasullullah yg sama-sama kita hormati.
> Beliau bilang: 'Agama yg baik adalah akhlak yg baik...'
> (Membantai secara biadab sudah barang tentu tidak mencerminkan akhlak
> yg baik; dan dg begitu tidak mencerminkan orang beragama; melainkan
> mencerminkan 'kekafiran'. Dan orang yg kafir itu sudah jelas-las
> bukan saudara kita in any term. Iya nggak?).
>
> Mudah-mudahan anda dikaruniai kesabaran dan pikiran yg jernih.
> Salam, Yusuf.
>
> >Ada yang bisa menerangkan ?
> >
> >Terimakasih
> >Hadeer