Menganalisa kata Jaksa Agung, penuntut yang mulia. Penuntut yang karena
terkenal dengan ketegasan dan integritasnya membuat yang dituntut tidak
mampu berbohong selain menyatakan kebenaran. Jaksa Agung tentunya
supremasi para penuntut, dan yang menjadi teladan para jaksa-jaksa
lainnya.
Sebagai Jaksa Agung, saya akan tegas menyatakan itu suara saya atau
bukan. Karena saya tahu persis apa yang telah saya omongkan kepada
Presiden saya. Jika saya ngomong kepada montir mobil saja saya ingat,
apalagi jika saya ngomong sama Presiden. Karena itu jika saya sebagai
jaksa agung tidak tahu apa itu suara saya atau bukan, maka saya
sebenarnya seorang 'yang terlalu pelupa', sehingga saya tidak pantas
untuk menjabat kedudukan yang sangat berat ini.
Kepada anggota DPR yang hanya bisa berkomentar 'lucu bin kocak',
seharusnya mampu membawa keadaan yang lebih 'konyol bin ancur'. Misalnya
membawa kasetnya panji untuk didengarkan langsung ke Ghalib dan
menanyakan apakah itu suaranya, dengan hanya memberikan dua alternatif
jawaban: Ya atau Tidak. Apapun jawabannya, kasetnya Panji seharusnya
sudah dibawa anggota DPR untuk dites oleh beberapa ilmuwan untuk
pengecekan keabsahannya (yang tentunya tidak memerlukan penyelidikan
yang lama :). Kalau desahan Monica yang tidak terekam saja bisa
menggoyang Clinton, bagaimana pula suara yang terekam kaset tidak
menghasilkan apa-apa <sigh>.
Yusuf-Wibisono wrote:
>
> Blucer:
>
> >Setelah Ghalib muter-muter dan tidak memberikan jawaban yang jelas
> >apakah dia yang berbicara dengan Habibie. Akhirnya hari ini, jam ini dan
> >detik ini terungkap juga.
> >Rupanya yang bicara dengan Habibie itu: saya. Maaf jika saya sebelumnya
> >tidak ngaku.
> >Karena itu saya berpesan, jangan kirimkan lagi ayam betina kepada saya,
> >itu terlalu enak karena saya pandai memasak sop atau memanggang ayam.
> >Bagaimana kalau kirimkan saja kepada saya, seekor tikus betina.
>
> Yw: Kepribadiannya memang sip (utk menjual koran kuning),
> Contoh, saya tampilkan saja tiga statementnya:
>
> Statement satu: dia bilang, pembicaraan telpon itu TIDAK TERJADI.
>
> Statement dua (muncul tanpa mengaku bahwa statement satu
> itu bohong): dia bilang, pembicaraan telpon itu SUBSTANSINYA
> tidak melanggar aturan hukum.
>
> Statement tiga (muncul tanpa ngaku boong atas statement satu
> dan dua): dia bilang, dia belum pernah satu kali pun mendengarkan
> rekaman sadapan tsb. (cuma pernah baca transkripnya doang).
>
> ;-)
>
> Kalo semua pejabat kayak gini... Perkembangan Indonesia ini
> akan berjalan pesat sekali.
>
> ;-)