-----Urspr�ngliche Nachricht----- Von: KdP Net <[EMAIL PROTECTED]> An: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Datum: Dienstag, 9. M�rz 1999 23:12 Betreff: [kdpnet-id] SOLID: Buku Xanana Diluncurkan di Rumah Xanana >Kabar dari PIJAR > > >From: Solidamor [mailto:[EMAIL PROTECTED]] >Sent: Senin, 08 Maret 1999 21:15 >Subject: BUKU XANANA DILUNCURKAN DI RUMAH XANANA > >SOLID-NET >Diterbitkan oleh SOLIDAMOR >Jl. Pramuka Jaya Sari No. 9 Jakarta Pusat >Telp. (021) 4226348 Faks. (021) 4224079 >E-mail [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] > >BUKU XANANA DILUNCURKAN DI RUMAH XANANA > >Kembali buku tentang Timor Timur diterbitkan oleh Solidamor. Kali ini, buku >yang berjudul Xanana Gusmao: Timor Leste Merdeka Indonesia Bebas itu >diluncurkan di LP khusus Jl. Percetakan Negara VII/47, tempat Xanana Gusmao >ditahan, pada Minggu 7 Maret 1999. > >Dalam peluncuran buku setebal 210 halaman itu, editor buku Tri Agus S >Siswowiharjo mengemukakan bahwa buku-buku mengenai Timor Timur mengenai >sisi-sisi yang belum pernah diungkap selama ini harus diterbitkan, agar >masyarakat mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di wilayah sengketa itu. >"Selama ini kita hanya mengetahui dari pemberitaan dari versi ABRI dan >pemerintah, jadi suara-suara lain jarang kita dengar," kata Tri Agus yang >saat ini aktif di Solidamor sebagai Media Relation. > >Menurut Tri Agus, buku itu berisi kumpulan wawancara wartawan dalam dan luar >Indonesia dengan Xanana Gusmao, baik media massa berSIUPP maupun yang >dikategorikan pers alternatif. Selain itu ada dua makalah Xanana Gusmao pada >dua seminar di Jakarta dan Auckland, Selandia Baru, pada bab dua. Pada bab >ketiga, berisi beberapa tulisan Tri Agus mengenai Timor Timur. Tulisan itu >dibuat saat ia menjalani pemenjaraan selama dua tahun di lima penjara, >termasuk tiga bulan di Cipinang, bersebelahan dengan sel Xanana Gusmao. > >"Saya menghargai penerbitan buku seperti ini. Saya sebelumnya sudah mengenal >Tri Agus sebagai aktivis Pijar, dana makin mengenalnya saat ia ditahan di >Cipinang," ujar Xanana mengawali sambutan peluncuran buku itu. Saya berharap >buku ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia untuk >mengetahui perjuangan bangsa Timor Timur, tambah Xanana yang juga menulis >kata pengantar untuk buku tersebut. > >Setelah penyerahan buku secara simbolis dari Gustav Dupe (Dewan Pengurus) ke >Xanana Gusmao, giliran Xanan Gusmao menjadi "penerjemah" Tri Agus, ketika >beberapa wartawan radio dan TV Portugal mewawancarai editor buku dalam >bahasa Portugal. Buku itu kini sudah mulai beredar di toko-toko buku >seperti Gramedia dan Gunung Agung tersebut. (brx) > > >
