Salam!
Sebagai isu kampanye pemilu, bisa-bisa saja. Dulu Golkar sudah sejak lama
melakukannya. Khususnya lewat Deplu. Tapi dulu kan nggak fair, semua
didominasi oleh ruling party.

Isu apa pun, sekali lagi, bisa-bisa saja. Yang paling penting, rakyat  harus
fokus. Sebab yang terpenting lagi, RUU Pemilu dan Parpol mesti benar-benar
demokratis dan mencerminkan kepentingan bangsa dan rakyat mayoritas. Tapi,
KITA HARUS SIAP-SIAP KECEWA. TIDAK SEKARANG, TAPI NANTI SETELAH DIUNDANGKAN.

Saya barusan berbicara dengan sumber terkenal  dan kredibel-- orang Amerika--
yang menyebutkan RUU yang meliputi kedua soal tadi sebagai yang terburuk yang
pernah dilihatnya yang ada di muka bumi (Dia diminta Indonesia mengamati RUU
tersebut).
Betapa status-quo masih dominan, ternyata bukan sekadar kabar burung.

Ini artinya apa? Tak lain tak bukan: betapa keroposnya fondasi politik kita.
Padahal "orang ini" benar-benar tidak punya kepentingan politis apa pun atas
Indonesia. Dia prihatin. Saya? Apalagi kalau bukan makin meratap!!!!!

Celakanya bangsaku!  350 tahun dikibuli dan diinjak Belanda. Lalu selama 32
tahun ditipu Soeharto. Kini mau berapa tahun lagi penipuan yang akan datang?
Soal ini mestinya diperjuangkan mahasiswa. Ini jauh lebih strategis
dibandingkan isu-isu penting lain.

salam
ramadhan pohan

Kirim email ke