Sedikit komentar, pernyataan: " Setelah gen-gen berhasil direkayasa
menjadi virus......" mungkin kurang tepat.  Yang lebih tepat adalah
bahwa virus atau bakteri direkayasa genetiknya sehingga memiliki sifat
tertentu sesuai dengan tujuan si perekayasa.   Saya belum pernah
mendengar ada yang bisa menciptakan/merekayasa virus atau bakteri dari
gen-gen.

Salam,
PP Wirata




---Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: Nur Agustinus <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Senjata biologi yang bisa membedakan etnis
> Date: Tuesday, December 15, 1998 7:59 AM
>
> Ummat EDISI No.21 Thn. IV/ 30 Nov 98
> http://www.ummat.co.id/ummat/No.21_IV_30nov98/iptek.htm
>
> Kuman Anti-Arab dari Israel
> ======================
>
> Israel mengembangkan senjata biologi yang bisa membedakan gen lawan.
> Sasarannya utamanya: menghabisi bangsa Arab.
>
> Nasib bangsa-bangsa beretnis Arab bakal runyam. Semua orang tahu, di
> tengah
> peta kekuatan militer Timur Tengah, negeri Zionis Israel tak
> tertandingi
> kemampuan militernya. Apalagi, Israel juga punya 200 hulu ledak
> nuklir yang
> tak dimiliki lawannya. Bahkan kini ancaman Israel itu lebih
> menakutkan lagi:
> ilmuwannya tengah mengembangkan senjata biologi pemusnah massal yang
> ditujukan "hanya" untuk bangsa Arab.
>
> Rahasia pengembangan senjata biologi itu dibocorkan harian the Sunday
> Times
> terbitan London (15/11). Koran ini pula, beberapa tahun lalu, yang
> membocorkan rahasia 200 senjata nuklir Israel lewat pengakuan salah
> seorang
> teknisi nuklirnya, Mordechai Vanunu, yang hingga kini masih dipenjara
> Israel.
>
> Menurut laporan itu, Israel sedang merampungkan senjata biologi yang
> dikhususkan hanya untuk membunuh orang-orang Arab, atau lebih
> tepatnya
> orang-orang yang memiliki gen keturunan Arab. Jadi, senjata biologi
> itu
> bekerja mencari sasaran berdasarkan gen etnis korban. Hebatnya, orang
> Yahudi
> dan non-Arab tak akan terpengaruh oleh senjata pintar yang bisa
> memilih gen
> musuh itu.
>
> Modifikasi Genetis. Dalam pengembangan senjata "bom etnis", ilmuwan
> Israel
> memanfaatkan kemajuan ilmu kedokteran dengan mengidentifikasi gen-gen
> khusus
> yang dimiliki orang-orang berdarah Arab. Mereka merekayasa
> mikro-organisme
> mematikan yang kemampuannya ditujukan hanya untuk menyerang musuh
> yang
> memiliki gen-gen tertentu. Dari situlah diciptakan bakteri atau virus
> yang
> sudah dimodifikasi secara genetis.
>
> Setelah gen-gen berhasil direkayasa menjadi virus, maka terciptalah
> senjata
> yang bisa digunakan untuk mematikan lawan secara efektif. Senjata
> virus
> berdasarkan rekayasa gen itu bekerja dengan mengubah DNA di dalam
> sel-sel
> hidup tubuh manusia yang ditumpanginya. Seluruh program itu
> dikerjakan di
> Institute for Biological Research di Nes Tzivona, sebuah fasilitas
> riset
> utama bagi pengembangan senjata biologi dan kimia yang dirahasiakan
> Israel.
>
> "Kami sudah berhasil mendapatkan sebuah karakteristik khusus profil
> genetis
> pada masyarakat Arab tertentu, terutama yang biasa ditemukan pada
> bangsa
> Irak," aku salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam proyek tersebut.
> Meski
> begitu, pada awalnya ia mengakui tugas mereka sangatlah sulit dan
> rumit.
> Kesulitan mendasar terutama untuk melakukan pemisahan gen, karena
> bangsa
> Arab dan Yahudi sama-sama berakar dari keturunan bangsa Semit. Tapi,
> akunya,
> semuanya kini sudah berhasil diatasi.
>
> "Senjata maut itu bisa disebarkan dengan menyemprotkan organisme ke
> udara
> atau memasukkannya ke dalam sumber air," katanya lagi.
>
> Eksperimen Josef Mengele. Sebagai perbandingan, riset di Nes Tzivona
> itu
> hampir mirip dengan apa yang dikembangkan para ilmuwan Afrika Selatan
> pada
> masa kekuasaan rezim apartheid. Bahkan, bila merujuk sejarah Perang
> Dunia
> II, eksperimen genetis yang nyaris mirip juga pernah dilakukan Dr
> Josef
> Mengele, ilmuwan Nazi Jerman di kamp Auschwitz. Bedanya, kalau dulu
> Mengele
> ingin menghabisi bangsa Yahudi, kini bangsa Yahudi yang ingin
> menghabisi
> bangsa Arab, terutama Irak yang berpotensi menyerang dengan senjata
> kimia.
>
> Israel diduga memanfaatkan sebagian hasil riset Afsel. Laporan
> Foreign
> Report, jurnal yang biasa memonitor keamanan dan pertahanan dunia,
> mengutip
> pengakuan sumber-sumber Afsel yang mengakui para ilmuwan Israel telah
> menggunakan sebagian hasil riset mereka dalam pengembangan "senjata
> etnis"
> untuk membunuh bangsa Arab.
>
> Tak pelak, muncul debat tentang seberapa besar peluang keberhasilan
> ilmuwan
> Israel membuat senjata biologi itu. Sejumlah pakar Afsel mengakui,
> walau
> konsep senjata yang mengkhususkan sasaran pada etnis tertentu bisa
> diwujudkan, aspek praktis untuk menciptakannya sangat sulit.
>
> Dr Daan Goosen, kepala proyek senjata biologi dan kimia Afsel,
> mengaku,
> timnya (pada tahun 1980-an) pernah diperintahkan untuk mengembangkan
> "senjata pigmentasi" yang sasarannya menghabisi orang-orang kulit
> hitam.
> Katanya, timnya mendiskusikan bagaimana menyebar penyakit dalam bir,
> jagung,
> atau bahkan vaksinasi, tapi tak satu pun yang pernah berhasil
> direalisasikan.
>
> Namun, para ilmuwan di fasilitas pertahanan biologi Inggris di Porton
> Down
> tak meremehkan senjata baru Israel. Menurut mereka, senjata pembunuh
> orang
> Arab itu secara teoretis tidak mustahil dibuat.
>
> Sejauh ini, pemerintah Israel membantah sengit berita the Sunday
> Times dan
> menganggapnya cuma sensasi murahan. Tapi bantahan serupa juga pernah
> dilakukan Israel pada saat Mordechai Vanunu "bernyanyi" mengungkap
> proyek
> nuklir Israel di Dimona. Dan terbukti pemerintah Israel berbohong.
>
> (Surya Kusuma)
>

_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke