At 07:15 PM 12/26/1998 +0700, [EMAIL PROTECTED] wrote:
--------------------------------------------------------
... deleted ...
>>Dari tahapan yang dibuat oleh MASLOW diatas........saya
>>hanya ingin membuka diskusi sbb.......anda tentu tahu
>>mantan presiden kita........ dan anda tahu bahwa beliau
>>tentu sudah melewati tingkat I (mobil, rumah, makan
>>berlimpah), tingkat II (keamanan saya kira sudah berlapis-lapis),
>>tingkat III (penghargaan, award saya rasa sudah berkarung-karung
>>piagam yang terkumpul) demikian juga dengan tahap IV, hanya
>>sayangnya MENGAPA SETELAH ITU TIDAK MAMPU MENCAPAI TAHAP V
>>.......tetapi malah menjadi serakah....keinginan untuk bertambah
>>kaya makin besar......jadi sangat bertentangan dengan tingkat
>>V dalam diagram MASLOW........saya sungguh tidak mengerti
>>
>>Apakah ini karena MASLOW mengemukakan teori ini hanya untuk orang
>>bule........ attau memang teori ini sudah ketinggalan jaman
>>........mahon input terutama yang bergelar MBA, MM, MSc.....dll
>>
>>Wass
>>AL
IA: Saya tidak termasuk yang bergelar MBA, MM, MSc, dll.,
tapi nekat menjawab pertanyaan di atas. ;-)
Sebenarnya sih jawabannya simple saja. Suatu teori
dibuat berdasarkan hasil experiment atau hasil observasi
atau mungkin juga hasil mimpi. Dan yang namanya experiment,
observasi atau mimpi tidak selalu mewakili kondisi
majoritas, bisa jadi (dan kemungkinannya besar) hanya
mewakili suatu domain tertentu.
Misal: Teorema X bekerja bila 0 <= a < b
Teorema Y bekerja bila a < 0
dst.
Begitu pula dengan Teori Maslow. Saya yakin Maslow membuat
teori berdasarkan observasi dan experiment di masanya dan
melibatkan hanya sebagian kecil umat manusia. Terus berdasarkan
hasil diskusi dengan ahli-ahli lainnya, Maslow melontarkan
idenya (yang sudah digeneralisasi). Tapi walaupun sudah
digenerelisasi, tetap saja ada kondisi exceptional.
Nah, mungkin saja ex-Presiden RI tsb. masuk domain exceptional.
Teori baru bisa dibuat dan berlaku untuk beliau saja, dan
gelar PhD (psikologi) bisa diraih. Luar biasa kan ? ;-)