Kalau begitu apakah anda masih berpendapat Mega calon yang
baik buat Presiden yad? Ngomong aja kayaknya dia masih belepotan
tuh.
Ngomong-ngomong yang milih Presiden di RI kan bukan anda atau
saya, tapi anggota MPR, kecuali kalau anda saat nanti jadi
anggota MPR.
Saya pengen denger suara "pengikut" partai lainnya di forum
permias ini. Kayaknya yang sudah kelihatan muncul ada pendukung
Partai Keadilan (kok enggak pake Indonesia yah, takut nanti disingkat
jadi PKI yah?), PDI Mega (mana PDI yang satunya itu, kok enggak
pernah kedengaran lagi!), Partainya Mas Amin Rais (apa namanya
partai amanat?)
Coba dong para pendukung partai lainnya mulai ngomong, supaya kita
kita yang golput ini juga ikut denger/tahu apa maunya orang-orang itu?
Yang lagi jenuh!
Roni
>From: IN%"[EMAIL PROTECTED]" "Indonesian Students in the US"
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Wawancara dengan MS
>
>Kurang dari 15 menit baru saja berakhir tanya jawab antara Mbak Mega
>dengan reporter Channel News Asia. Pada dasarnya saya pribadi cukup
>puas dengan jawaban-jawaban yang diberikan oleh Mbak Mega, walaupun
>(as usual) jawaban yang diberikan terkesan seperti malu-malu. (Maklum
>belum pengalaman jadi Presiden).
>
>Hanya satu hal yang masih mengganjal di hati saya. Jawaban pertanyaan
>terakhir "Siapkah Indonesia dipimpin oleh seorang wanita" masih
>dijawab (redaksinya nggak persis begini) ... "ya itu terserah rakyat,
>kalau mereka memilih saya, ya saya akan jalankan ..."
>
>Jawaban semacam itu yang selama ini selalu dipakai Soeharto untuk
>"menjustifikasi" tindakannya. Kalau Presiden salah ... itu kan salah
>rakyat yang memilih -- dan bukan salah Presidennya. Seharusnya kan
>Presiden punya tanggung jawab moral (at least) terhadap rakyat yang
>sudah mempercayainya.
>
>Mudah-mudahan Mbak Mega bisa memaklumi kekecewaan saya.
>
>Indra