Dari Republika................
Peduli
Oleh Mujiyanto
Allah SWT telah mempersaudarakan seluruh kaum Muslimin
atas dasar akidah Islam. Seorang Muslim yang satu dengan
Muslim lainnya bagaikan satu tubuh. Manakala bagian tubuh
yang satu sakit, maka bagian tubuh yang lain akan ikut
merasakan sakit tersebut.
"Perumpamaan seorang Muslim (dengan Muslim lainnya)
dalam hal cinta kasih dan saling menyayangi bagaikan satu
tubuh. Apabila (ada) salah satu bagian tubuhnya menderita
(sakit), maka (akan dirasakan) oleh seluruh bagian tubuh
lainnya dengan panas dan demam" (HR Bukhari dan Muslim).
Wajar bila ada kaum Muslim yang disakiti, maka Muslim lainnya
akan ikut membantu dan membelanya. Apalagi jika sampai
kaum Muslim dihinakan harga dirinya oleh orang-orang kafir.
Allah SWT berfirman:
"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang sedang
diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan Allah
Maha Kuasa menolong mereka. (Yaitu) orang-orang yang diusir dari
kampung halamannya tanpa alasan yang benar, kecuali mereka
hanya berkata Rabb kami hanyalah Allah". (QS Al Hajj: 39).
Tidak itu saja, Allah memerintahkan kaum Muslimin untuk
menolong saudaranya yang sedang mengalami penindasan.
"Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan
(membela) orang-orang yang tertindas (baik dari kalangan)
laki-laki, wanita, maupun anak-anak?" (QS An Nisa: 75).
Ayat ini diperkuat ayat lainnya, (Akan tetapi) jika mereka
meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan)
agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan, kecuali
terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dan
mereka. (QS An Anfal 72).
Ayat dan hadis tersebut mengharuskan kaum Muslimin peduli.
Kepedulian itu dapat diwujudkan dalam bentuk bantuan, baik
berupa harta benda bahkan sampai jiwa raga. Sikap itu bukan
semata-mata karena urusan kemanusiaan, tapi lebih kepada
pelaksanaan perintah-perintah Allah SWT.
Rasullah saw bahkan telah memperingatkan setiap Muslim agar
peduli terhadap nasib saudaranya setiap hari.
''Barang siapa bangun di pagi hari, tapi tidak memikirkan nasib
kaum Muslimin,maka dia bukan termasuk golonganku.''
Tentu saja, sesuai dengan pandangan Islam, pembelaan kepada
saudaranya dengan segala daya dan upaya yang dimiliki tetap
mengacu kepada norma-norma yang telah ditentukan oleh Islam.
Islam melarang kaum Muslimin bersikap munafik, seperti yang
pernah dilakukan oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Saat itu
Rasullah saw telah memerintahkan kaum Muslimin menyerang
kaum Yahudi Bani Qainuqa, karena telah menghinakan seorang
wanita Muslimah dan mengingkari perjanjian dengan kaum
Muslimin. Abdullah bin Ubay malah berupaya melindungi kaum
Yahudi itu dengan meminta agar Rasul mencabut kembali
perintahnya.
Setiap Muslimin dituntut menunjukkan ketegasan sikap. Tidak
bermanis muka, menjilat, atau menutup-nutupi kejadian yang
sebenarnya. Kalau tidak maka Islam akan terus dihinakan dan
menjadi bulan-bulanan kaum kafirin. Wallahu a'lam bi shawab.
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com