kasihan bangsa
yang mengenakan pakaian  yang tidak ditenunnya
yang memakan roti dari gandum yang tidak ia panen
dan meminum anggur yang ia tidak memerasnya

kasihan bangsa
yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan
dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah

kasihan bangsa
yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur
sementara menyerah padanya ketika bangun

kasihan bangsa
yang tidak pernah angkat suara
kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan
tidak sesumbar
kecuali di reruntuhan
dan tidak memberontak
kecuali ketika lehernya sudah berada diantara pedang dan landasan

kasihan bangsa
yang negarawannya serigala
yang filsufnya gentong nasi
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru

kasihan bangsa
yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan
namun melepasnya dengan cacian
hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi

kasihan bangsa
yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu
dan orang kuatnya masih dalam gendongan

kasihan bangsa
yang terpecah-pecah
dan masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa


kahlil gibran (1883-1931) ; cinta keindahan kesunyian - yayasan bentang
budaya
1997


diteruskan oleh:

--
Indi

Visit my world: http://pagina.de/indradi

Kirim email ke