Yah....begitulah memang.....,
orang-orang asia kadang suka dipandang "sebelah mata" di Amrik
sini..,dianggap cuma mau nyari kerja dan nambah-nambahin beban AS
aja...., apalagi kalo negara asalnya sedang terkena krisis maha hebat
seperti Indonesia. Bukan hanya "redneck"(bule) saja yg begitu kepada
orang asia, orang-orang item disinipun saya perhatikan sering juga
menganggap remeh orang-orang dari asia.

Seorang famili saya pernah mengatakan bahwa perlindungan hak-hak
terhadap orang-orang item di AS, khususnya di Washington DC, sangat
hebat..bahkan terkesan berlebihan. Mereka mendapatkan banyak "hak-hak
istimewa" karena keminoritasannya. menurut ceritanya sih orang-orang
Amrik yg "white" sangat berhati-hati dalam berkata dan bertindak sama
orang-orang item ini.., takut kalo-kalo nanti dituduh sebagai racist..,
terus di-"sue". Bahkan menurut famili saya itu, sampai untuk penilaian
kerja pegawai, orang-orang item ini sering diberikan predikat memuaskan
walau kinerja mereka kadang tidak baik. Soalnya si boss yg "white"
katanya takut dituduh macam-macam jika memberikan penilaian yg jelek.
Cuma ya ..kenapa orang-orang dari asia tidak mendapatkan perlakuan yg
sama juga ya.., padahal kan orang-orang asia ini banyak sekali
"menyumbang" dollar untuk AS..., dan prestasi /kinerja mereka, baik
sebagai mahasiswa ataupun sebagai pegawai, sangatlah memuaskan. Apa
mungkin karena orang-orang asia seperti kita ini selalu "nrimo" (nggak
suka ribut) walau diperlakukan diskriminatif? bisa jadi mungkin....

But..., nggak semuanya loh orang-orang Amrik seperti itu. Sering juga
saya bertemu dengan orang-orang "putih" dan "item" yg ramah, baik dan
sangat menghargai kita sebagai manusia. Pendeknya, kalo ketemu orang
Amrik yg bersikap diskriminatif terhadap org-org asia seperti kita.., ya
anggap saja kita lagi ketiban "sial"..., karena mungkin saja esok atau
lusa kita akan bertemu dengan orang-orang Amrik lainnya yg jauh lebih
baik dan lebih beradab.

Ngomong-ngomong soal airport LA, Alhamdulillah..saya lancar-lancar aja
tu ngelewati imigrasi-nya (walau nama saya ada "mohamad"-nya). Apa
mungkin ya karena mereka liat saya nggak kalah "white"-nya dengan
mereka, lantas dibiarkan lewat begitu aja..? Padahal waktu itu saya lagi
"dikibulin" sama temen yg nitip barang dari jakarta.., dibilang baju..eh
nggak taunya DENDENG BO!
Coba kalo ketauan..wah..jangan-jangan saya yang dijadiin dendeng..:)

Salam
Mohamad Rosadi





>From: Indra Adrisudiro <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: A Chinese Canadian's Experience at Detroit Airport
>Date: Sun, 21 Mar 1999 19:56:53 -0600
>
>On Sun, 21 Mar 1999 14:25:00 -0500, Andrew GP wrote:
>----------------------------------------------------
>|> Nasib-nasib, kalau memang tinggal di negara orang,
>|> apalagi negara orang itu merasa negaranya superior.
>|> Kita yang tampang kecil-kecil, gelap, kuning, kriting,
>|> sipit dan nama berbau aneh-aneh tentu akan dipandang
>|> sebelah mata, apalagi sama tuh bule-bule pirang yang
>|> perawakannya tinggi-tinggi. pernah dengar seorang
>|> indonesia yang ditahan selama beberapa hari di
>|> LA airport hanya karena bernama belakang Abdullah?
>|> Atau dibilang hanya akan berhura-hura selama sekolah
>|> di amrik di Airport Boston.
>
>        ... deleted ...
>
>Makanya jangan masuk lewat LA atau Boston atau Detroit
>... rese. :)
>
>Mending milih port of entry Minneapolis. Immigration
>dan Custom Officer-nya kagak belagu. Bawa kecap, tauco,
>mi goreng, chilli sauce, bumbu-bumbu, dendeng, abon,
>paru goreng, tempe kering ... amaaaaann cing :)
>
>Udah ah, kok malah ngaco nih ngomongnya.
>

Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke