Saya melihat adanya kesamaan dan perbedaan antara kasus yang dialami
oleh Bruce Willis (sebagai U.S. Army Maj.Gen) dengan kasusnya Prabowo
(Ind. Army LG) Mei yang lalu. Kesamaannya, dua duanya menggunakan
cara2 represif dan membabi buta dalam menangani masalah yang berakhir
dengan "masuk kotak" nya sang Jendral. Kesamaan lainnya adalah, kunci
dari permasalahan berada di pimpinan US Army maupun FBI, sedangkan
para bawahan tahunya hanyalah melaksanakan perintah (khususnya yang
tentara). Ironis juga memang, akhirnya para bawahan yang hanya
bertindak sebagai eksekutor lapangan ini yang ikut memikul akibatnya,
di caci maki oleh rakyat. Padahal kalau disuruh memilih, mungkin
mereka lebih memilih untuk latihan perang aja di hutan, tanpa harus
berurusan dengan rakyat sendiri.

Perbedaannya, si U.S. Army membawa pasukannya masuk kota atas dasar
perintah/permintaan dari politikus di Gedung Putih sedangkan Prabowo
lebih di dasarkan atas inisiatifnya sendiri yang dilandasi oleh ambisi
politik pribadinya. Perbedaan yang lain, seperti yang disampaikan Bung
Efron, U.S. Army setelah menyadari kekeliruannya, segera menarik diri
dan kembali ke baraknya, sedangkan Ind. Army seperti enggan untuk
melakukannya meskipun sudah jelas2 melakukan kekeliruan. Perbedaan
lain mungkin dapat di lihat dari rakyatnya, kalo rakyat NY nggak
melakukan pembakaran, perusakan, penjarahan dll, sementara rakyat
Jakarta, doyan banget bikin onar.

Saya udah agak lupa tuh detail dari ceritanya, karena nontonnya udah
beberapa bulan yang lalu. Tapi seingat saya, U.S. Army masuk kota NY
setelah FBI cukup lama tidak bisa menyelesaikan masalah, dan kemudian
terjadi perdebatan di gedung putih yang berakhir dengan keputusan
bahwa U.S. Army harus di turunkan. Namanya juga serdadu, dimanapun
pasti akan menerapkan langkah2 represif, langkah2 militer yang penuh
dengan kekerasan. Meskipun dalam beberapa hal, mereka berhasil
menangkap tokoh teroris, tapi tindakannya yang membabi buta akhirnya
merugikan rakyat kota, dan di kritik habis2an.




---"Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saat ini sedang beredar "Enemy of The State" yang dibintangi Will
Smith dan
> si gaek Gene Hackman. Tema yang diangkat sangat mengena karena sedang
> hangat-hangatnya berita penyadapan telepon Habibie-Ghalib.
>
> Ada satu lagi film yang sayang sekali tidak beredar di Indonesia
yang sangat
> baik dijadikan pelajaran bagi ABRI. "The Siege" judulnya yang
dibintangi
> Denzel Washington dan Bruce Willis. Di situ diceritakan bagaimana
campur
> tangan tentara yang dipimpin Mayjen ??? (Bruce Willis) terhadap urusan
> sipil. Sudah dapat diduga tentara yang dilatih untuk merusak
benar-benar
> membuat penyelidikan FBI berantakan.
>
> Bedanya di sini tentara akhirnya dengan jiwa besar mau mengalah dan
menarik
> diri dari kota NY. Kalau saja ABRI mau tahu diri akan porsi
bisnisnya saya
> yakin rakyat tak segan-segan mengelu-elukan mereka.
>
> Wassalam,
> Efron
>

_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke