Terima kasih kepada masukan dari mas Hadeer dan Indra A. terhadap tulisan
saya yang tradisional yang lalu. Tulisan Saya itu memang sangat praktis
dan samar - samar artinya.
Untuk itu, Saya mulai dengan sejarah bangsa Indonesia sebelum 1908. Pada
zaman sebelum Sumpah Palapa ( Gajah Mada ) dan setelahnya. Sebelum Sumpah
Palapa ( visi : menyatukan Nusantara ) bangsa Indonesia terkotak - kotak
atau parsial berdasarkan kerajaan masing - masing daerah. Kemudian Gjah
Mada mempunyai visi ( dari Kerajaan Mojopahit ) untuk menyatukan
nusantara. Gajah Mada sudah menyatukan sebagian besar kepulauan yang
dampaknya baik, hingga sebagian thailand. Kekuatannya luar biasa yang
dapat mengantisipasi serangan bangsa mongol yang ingin menjajah. Kemudian,
Sumpah Palapa buyar karena Gajah Mada meninggal dan visinya hilang karena
perpecahan di Kerajaan Mojopahit sendiri.
Setelah Gajah Mada meninggal sampai tahun 1908, Indonesia terus dijajah
dan dijajah oleh bangsa luar. Berbagai perlawanan dari masing - masing
daerah terus membara untuk mengusir "penjajah", tetapi gagal karena belum
terintegrasinya kekuatan bangsa dan akhirnya mudah dipecah-belah.
Tahun 1908, muncul pahlawan pemikir kita, Budi Utomo dkk, untuk
menerbitkan pencerahan dalam perjuangan Bangsa INdonesia. Pada tahun 1928,
seluruh pemuda Indonesia bersatu mengikrarkan SUMAPH PEMUDA ( Satu bahasa,
Satu Tanah Air dan Satu BANGSA ).
Pada tahun 1945, bung Karno dan Hatta memproklamasikan Kemerdekaan setelah
dihasilkan asas Negara Indonesia oleh Panitia sembilan.
Maka atas urutan sejarah di atas, maka saya menuliskan tulisan
"tradisional " yang lalu. Oleh karena itu Saya mendukung siapapun pemimpin
nanti dan apapun "bentuk" negara INdonesia nanti , tetapi saya MENENTANG
calom pemimpin atau pemimpin yang akan datang yang tidak mempertahankan
negara KESATUAN bangsa INdonesia( Mereka telah menghianati perjuangan
Panitia sembilan ). Jadi, kita krisis " WAWASAN KEBANGSAAN "
yang telah diikrarkan pahlawan terdahulu dalam SUMPAH PEMUDA . Jika,
"Wawasan Kebangsaan " kita semua KUAT maka PEMILU Juni 1999 akan
mengakomodir aspirasi rakyat yang demokrasi dan Indonesia akan menuju ke
masa depan yang dicita- citakan. "Wawaan Kebangsaan " yang dimaksud adalah
persepsi adanya perbedaan di Indonesia ( SARA ) dan mengakuinya sebagai
kekayaan yang harus tetap dijaga dan dipelihara. Mengapa mahasiswa
Indonesia yang sudah mulai kritis dalam iklim politik bangsa dan kehidupan
berbangsa , tetapi tidak pernah mengadakan penelitian terhadap titik -
titik kerawanan "SARA" untuk mengurangi konflik yang akan terjadi ( Sosial
- Budaya ), bukan hanya mengkritik arus atau eksisting saja tanpa membuat
solusi jangka panjang. (???).
Sekali lagi, terima kasih kepada mas Hadeer dan Indra sebagai intelektual
muda Indonesia yang cemerlang di masa yang akan datang atas kritikannya
dan mengajak saya untuk menjabarkan tulisan sederhana saya yang lalu.
Saya tidak menginginkan Indonesia" terpecah" dan bagaimana solusi mas
berdua atau teman - teman mailing list yang lain atas kelangsungan bangsa
INdonesia atas KONSEP negara Indonesia yang akan datang?
salam
KOCU
======================================================================
On Thu, 25 Mar 1999, Indra Adrisudiro wrote:
> Harusnya sih gitu. Tapi gimana yah ? :)
>
> Baca tulisan anda, saya jadi mau tanya ama anda,
> gimana menurut anda kalau Indonesia bener-bener
> bubar ... bar ... bar ? :)
>
> Indra
>
> PS: Eniwei, gaya bahasanya serius amat sih ...
> mirip-mirip propaganda. Nyantai aja, Kang.
>
> --- Frarev Sitorus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Sebenarnya PEMILU Juni mendatang salah satu
> > faktor penentu kelangsungan bangsa Indonesia, tetapi
>
> > bukanlah yang paling penting. Satu hal yang paling
> > terpenting adalah MEMPERTAHANKAN KESATUAN bangsa
> > INDONESIA yang mulai pecah , yang merupkan benang
> > merah kelangsungan bangsa Indonesia tercinta.
> > Siapapun yang menjadi pemimpin bangsa Indonesia
> > setelah PEMILU nanti, tetapi KESATUAN bangsa
> > Indonesia sudah sirna ( dari sabang sampai Merauke )
> > maka sia-sialah semua cita - cita kita seluruh
> > bangsa Indonesia.
> >
> > Bagaimana?
> > KOCU
>
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>