Soal cekal-mencekal yang dulu demikian gampang dilakukan
ternyata saat ini menjadi pekerjaan yg memakan waktu.
Sementara Menkeh nanyain Menkeu kapan bikin permintaan
cekal, si Bambang Subianto malah jawab besok...besok...mulu.
Kayaknya Bambang Subianto nggak punya kemauan untuk
cepat bertindak....mungkin ngasih waktu biar semua pelaku
bisa kabur duluan. Kali aja... apalagi dia menyatakan urusan
APBN lebih penting. Heran....emangnya berapa sih karyawan
Depkeu. Masak semua ngurusin APBN. Semua jelas penting,
dan semua mesti diurus segera. Kalau kerjanya sistem seri
gitu, nggak bisa paralel, apanya yg salah? Pembagian
pekerjaan? Kompetensi karyawan yg nggak merata?
Atau bagaimana? Kalau kompetensi kok kayaknya endak ya...
Karyawan Depkeu pinter-pinter kok. Menurut saya sih kemauan
pemimpin yg kurang.
Di lain pihak, bila memang urusan cekal-mencekal melibatkan
beberapa instansi, kedodoran ini menunjukkan kemampuan
koordinasi yg sudah keterlaluan. Balik lagi kepertanyaan semula,
kok dulu bisa cepat sih prosesnya?
http://www.republika.co.id/9904/01/10940.htm
--
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)