Ini baru artikel dan lucunya kok sama yach dengan dugaan saya. Apa
memang gampang diterka atau masih ada sisa orang lama yang hobi berbuat
tolol :)

Alexander Lumbantobing wrote:
>
> GOLKAR REKAYASA INSIDEN PURBALINGGA DAN PEKALONGAN
>
>         JAKARTA (SiaR, 6/4/99),  Sekali lagi Abdurahman Wahid (Gus Dur),
> Ketua Umum
> PB Nahdlatul Ulama (NU) membuat pernyataan mengejutkan. Di Jakarta, Senin
> (5/4), Gus Dur menganggap insiden Purbalingga sebagai bentuk rekayasa Partai
> Golkar untuk mendiskreditkan PDI Perjuangan, sebaliknya mengangkat partai
> itu sebagai pahlawan karena menjadi korban kekerasan.
>
>         "Ini kerjaannya Partai Golkar. Mereka tidak yakin menang dalam Pemilu.
> Dengan menjadi korban, partai yang dipimpin Akbar Tanjung ini berharap bisa
> menjadi pahlawan," kata Gus Dur menjawab pertanyaan wartawan.
>
>         Indikasi adanya desain politik dari Partai Golkar untuk mengambil
> keuntungan politik melalui rekayasa kekerasan yang dialami partai berlambang
> pohon beringin itu, ditunjukkan Gus Dur melalui insiden Pekalongan, Minggu
> (4/4) dimana massa yang beratribut PPP menyerang massa Partai Kebangkitan
> Bangsa (PKB).
>
>         Berdasarkan laporan pengurus DPC PKB Pekalongan, beberapa orang massa
> penyerang yang tertangkap ternyata memiliki kartu tanda anggota (KTA) ganda,
> yakni KTA PPP dan KTA Partai Golkar. Ada juga dari penyerang yang diringkus
> satgas PKB tersebut tak memiliki KTA parpol mana pun. Setelah diinterogasi,
> mereka menyebut dibayar sejumlah uang oleh orang-orang tertentu untuk
> menyerang massa PKB.
>
>         Menurut Gus Dur, tindakan Golkar dengan membiayai para preman untuk
> diberikan baju atau kaos PDI Perjuangan maupun PPP bertujuan untuk
> menggagalkan pelaksanaan Pemilu 1999. Partai Golkar berharap, lanjut Gus
> Dur, dengan menjadi korban, maka partai tersebut akan menjadi pahlawan dan
> dapat memperoleh simpati masyarakat.
>
>         Sinyalemen Gus Dur tersebut didukung Wakil Ketua Balitbang PDI
> Perjuangan
> Dr Sukowaluyo Mintorahardjo. Menurutnya, pihak DPP telah menerima laporan
> dari DPC PDI Perjuangan Purbalingga, bahwa beberapa hari sebelum pelaksanaan
> "temu kader" Partai Golkar telah ada sejumlah prakondisi untuk mematangkan
> terjadinya insiden melalui isu yang beredar, bahwa kehadiran Golkar tak
> diingini di Purbalingga, dan masyarakat yang tak setuju akan membubarkan
> acara tersebut.
>
>         "DPP telah mencek kebenarannya, ternyata pihak DPC PDI Perjuangan
> Purbalingga pun tak merasa melempar isu yang demikian. Entah siapa penyebar
> isu tersebut," ungkapnya.
>
>         Sukowaluyo pun mempertanyakan sikap aparat keamanan yang seolah lepas
> tangan, tak siap, dan terkesan lamban untuk mengamankan acara itu, sehingga
> insiden pun terjadi. Padahal, lanjutnya, isu penolakan Golkar dan ada
> rencana pembubaran telah beredar luas di masyarakat sejak beberapa hari
> sebelum "temu kader" berlangsung. "Ada apa ini?" katanya.
>
>         Ia pun merasa heran dengan berita-berita sejumlah media-massa yang
> memiliki
> kedekatan dengan status-quo menyangkut insiden Purbalingga. Menurutnya
> berita-berita tersebut tampak sekali seperti dieksploitir dan didesain untuk
> memojokkan PDI Perjuangan. Misalnya desakan agar Megawati meminta maaf atas
> terjadinya insiden Purbalingga, padahal belum ada bukti secara hukum
> pelakunya adalah anggota PDI Perjuangan.
>
>         "Lho, sekarang saya tanya, apakah pernah anda dengar ada pejabat Orde
> Baru
> pernah bilang dirinya bertanggung-jawab atas Peristiwa 27 Juli 1996. Itu
> jelas-jelas memakan korban jiwa," ucapnya.
>
>         Menurutnya, adalah aneh Partai Golkar dan media massa pendukungnya
> mengeksploitir insiden Purbalingga, sementara itu sejumlah kasus pelanggaran
> HAM berat di masa Orde Baru dimana Golkar merupakan partai berkuasa saat
> itu, belum tuntas benar penyelesaian hukumnya hingga kini. Ia menunjuk
> kasus-kasus DOM di Aceh, Irian, tragedi Trisakti dan Semanggi, penculikan
> aktivis, kasus Tanjungpriok dan sebagainya.
>
>         "Siapa yang paling bertanggung-jawab, dan dimana suara Golkar untuk
> tragedi-tragedi kemanusiaan tersebut," katanya.
>
>         Mantan anggota DPR/MPR dari F-PDI itu juga heran, mengapa tiba-tiba
> para
> petinggi Golkar sekarang ini selalu bicara soal penegakan hukum, HAM,
> demokrasi, dan kemanusiaan, termasuk dalam kaitan dengan insiden
> Purbalingga. "Lalu selama lebih 30 tahun itu, mereka kemana saja?" katanya.***
>
> ----------
> SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
>
> ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
> Didistribusikan tgl. 6 Apr 1999 jam 13:29:15 GMT+1
> oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
> http://www.Indo-News.com/
> ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke