-----Original Message-----
Sent: Friday, December 18, 1998 11:31 AM
Subject: ABRI KEMBALI BRUTAL, RATUSAN MAHASISWA CEDERA
----------------------------------------------------------
ABRI KEMBALI BRUTAL, RATUSAN MAHASISWA CEDERA
JAKARTA (SiaR, 17/12,98), Aksi damai puluhan ribu mahasiswa dari berbagai
kelompok Kamis (17/12) petang dihadapi aparat keamanan dengan kekerasan.
Ratusan mahasiswa mengalami luka-luka dan hingga kini masih dirawat di
sejumlah rumah sakit. Seorang mahasiswi tertembak peluru tajam serta seorang
mahasiswa lainnya dikabarkan meninggal.
Aksi gabungan mahasiswa dari beberapa kelompok massa ini dimulai pk 12.00
WIB dengan berangkat dari beberapa titik pertemuan. Forum Komunikasi Senat
Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) berangkat dari Kampus Universitas Moestopo, Hang
Lekir, menuju samping Gedung Bapindo dan langsung mngambil rute Jl
Senopati menembus Gedung Artha Graha di samping Mapolda Jaya. Dari jurusan
lain, datang Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (FAMRED)
yang berangkat dari Gedung Danamon Etnalife dan dikomandoi dua mahasiswa
berjalan kaki ke arah Semanggi.
Massa makin tambah banyak setelah bergabungnya 5 bus mahasiswa dari KOMRAD
di depan Unika Atma Jaya dan bersama-sama masuk Jl Gatot Subroto. Mereka
bergerak bersama massa yang sudah datang lebih dulu dan mendemo Polda Jaya.
Sedangkan Forum Kota (FORKOT) berangkat dengan puluhan bus dari arah Cawang
menuju Jl Gatot Subroto. Mereka berhenti di depan Gedung Mapolda Jaya.
Setelah melakukan demonstrasi menuntut pihak Kepolisian karena menangkapi
dan merepresi aksi aksi mahasiswa belakangan ini, rombongan mahasiswa
bergerak menuju ke Gedung MPR/DPRRI. Sekitar 3 ribu massa FORKOT bergerak
paling depan. Mereka juga melibatkan pelajar yang tergabung dalam
Solidaritas Pelajar dan Pemuda Jakarta (SPPJ). Rombongan bergerak mendekati
barikade aparat keamanan gabungan Brimob dan PHH Kodam Jaya.
Barisan ini juga memadati ruas jalan tol jurusan Grogol hingga dua ruas
jalan di depan Hotel Hilton dipenuhi massa. Sedangkan KOMRAD yang begerak
dari Mapolda dan Gerakan Mahasiswa Pancasila untuk Reformasi (GEMPUR) yang
baru tiba di Jl Gatot Soebroto dengan 3 bus langsung mengisi ruas jalan tol
utara dari arah Slipi menuju Semanggi. Akibatnya, praktis dua ruas jalan ke
arah gedung MPR/DPR RI macet akibat dipenuhi sekitar 6 ribu mahasiswa. Di
belakang barisan FORKOT, muncul barisan FAMRED dengan umbul-umbul dan
spanduk yang didominansi warna merah dan hitam memenuhi jalanan.
Bentrokan pertama terjadi saat barisan terdepan FORKOT mencoba mendobrak
barikade petugas di depan Gedung JHCC. Dalam bentrokan pertama yang
berlangsung sekitar 5 menit, tercatat lima orang mahasiswa dari
Universitas Mpu Tantular, UKI dan ISTN mengalami luka serius. Setelah
bentrokan pertama, mahasiswa mulai mengganti yel-yel mereka. Jika pada
aksi-aksi sebelumnya mereka menyanyikan "Reformasi , reformasi sampai mati",
sejak siang tadi mereka menyanyikan "Revolusi , revolusi sampai mati".
Pada pk 15.30, sekitar 200 orang barisan pelopor FAMRED maju membuka jalan
sembari meneriakkan yel-yel "revolusi, revolusi ".. Saat barisan FAMRED
berjarak sekitar 300 meter dari barikade aparat, rombongan FAMRED memecah
diri dan mengisi ruas jalur lambat. Hal tersebut membuat tiga ruas jalan
dikuasai mahasiswa sepenuhnya. Otomatis seluruh barisan FAMRED mengisi jalur
tol sepanjang Slipi menuju ke arah Semanggi. Menjelang 100 meter dari
barikade aparat gabungan, lagi-lagi barisan FAMRED melakukan manuver dengan
memecah massanya dan mengisi ruas jalan jalur lambat arah Sipi menuju ke
jembatan Semanggi. Praktis dua ruas jalur kendaraan dari arah Slipi dikuasai
sekitar 5 ribu massa FAMRED.
Melihat barisan FAMRED lebih mengkonsentrasikan diri di ruas jalur lambat
dari arah Slipi menuju ke Semanggi. Sementara konsentrasi aparat terpecah
dua saat barisan FORKOT mulai merangsek maju dan bentrok dengan aparat.
Empat ruas jalan yang sudah dikuasai mahasiswa ini membuat aparat bingung
menghadapi bentrokan di 3 ruas jalan, hingga tak ayal lagi lewat jalur
lambat arah Slipi menuju ke Semanggi barisan FAMRED berhasil menjebol
barikade petugas.
Sembari berlarian seluruh barisan FAMRED akhirnya menjebol barikade dan
mengurung aparat gabungan dari belakang , sempat terjadi pelemparan batu dan
penyerangan pada aparat yang membuat barikade di depan barisan
FORKOTkewalahan. Serangan dari dua arah ini membuat barikade aparat gabungan
pada pk 16.30 buyar karena konsentrasi aparat terpecah sehingga barikade
aparat tersebut di dobrak dan dipukuli barisan pelopor FORKOT.
Barikade aparat jebol dan aparat tercerai-berai. Beberapa lainnya lari
tunggang-langgang dipukuli mahasiswa. Paling tidak 5 tameng dan 6 topi
petugas berhasil direbut mahasiswa. Beberapa aparat dari Brimob yang
terkepung dan dipukuli mahasiswa berhasil ditolong oleh serombongan
mahasiswa dengan membawanya ke barisan aparat gabungan.
Namun aparat berhasil melakukan konsolidasi saat barisan mahasiswa
kocar-kacir akibat ditembaki dengan peluru dan granat gas airmata. SiaR
merasakan sendiri bahwa gas airmata yang digunakan aparat kali ini lebih
dahsyat dan berbahaya dari biasanya. Beberapa mahasiswa di barisan depan
merasakan kulit muka dan kulit punggung mereka terbakar dan perih, begitu
juga reporter Siar yang berjarak hanya 100 meter dari lokasi
tembak-menembak. Beberapa mahasiswa malam harinya mengabarkan bahwa kulit
muka mereka serasa terbakar dan tak lama muncul bintik-bintik merah akibat
gas tersebut.
Pada pk 17.00 melintas sebuah helikopter berputar putar sambil memberi
komando dan menembaki mahasiswa dari atas. Pada aparat gabungan bergerak
maju dan langsung menembaki mahasiswa. Gerak maju aparat gabungan didahului
dengan lontaran granat gas airmata. Setelah itu mereka langsung, menyerbu
mahasiswa yang tak bersenjata dengan tembakan. Mahasiswa didesak hingga
mundur di depan Hotel Hilton dan lainnya mendekati RSAL Mintoharjo.
Beberapa mahasiswa mulai mengisi sejumlah botol dengan bensin.
Sementara itu, setelah mundur dan istirahat di Atmajaya, massa FORKOT
dievakuasi kembali ke UKI Cawang dengan menggunakan sekitar 8 bus. Namun
dalam perjalanan evakuasi, sesampainya di sekitar perempatan Kuningan,
sebuah bus dihentikan aparat militer dengan cara menggembosi bannya. Tak
hanya itu, tentara juga melepas sejumlah tembakan ke arah mahasiswa hingga
menyebabkan puluhan orang luka-luka. Sedikitnya, 7 mahasiswa mengalami luka
serius dan mendapat perawatan intensif di ruang UGD RS UKI.
Sampai pk 24.00, saat berita diturunkan, diketahui 2 orang
terkena
luka tembak. Satu di pantat dan lainnya di punggung. Di RS Mintoharjo
sendiri tercatat 56 mahasiswa luka cedera. Mereka korban peluru karet ,
pukulan dan gas airmata. Beberapa orang dikabarkan telah dievakuasi ke
sejumlah rumah sakit yang dianggap lebih aman dan lebih lengkap seperti
RSCM, RS Sint Carolus dan RS UKI. Sementara di RS Jakarta tercatat 56
mahasisiwa dirawat dan 42 orang sudah diijinkan pulang pada pk 22.00 sisanya
dioper ke rumah sakit lain.***
----------
FW: ABRI KEMBALI BRUTAL, RATUSAN MAHASISWA CEDERA
Eko Sujitno [Amoseas Indonesia] Fri, 18 Dec 1998 00:08:40 -0500
application/ms-tnef