Begini lho, Bang Indi cara berpikir dan melihat dalam diskusi ini :
Urutan Hukum dalam Islam :
1. AlQuran
2. Hadist Rasullulah
3. Ijtihad (Pemikiran Ulama, Ummat, Orang Pintar...dll)
Dan tidak ada pertentangan diantara ketigannya...
Nah ... yang namanya demokrasi...bermain di nomor 3....sedangkan nomor 1
dan 2 ABSOLUT adanya...
Contoh :
Jika hasil sebuah demokrasi menyatakan Berzinah itu boleh....maka
demokrasi itu menjadi gugur demi hukum ...karena tidak sesuai dengan
Nomor 1....
Kalau berzinah itu tetap dijalankan meskipun JELAS bertentangan dengan
Nomor 1...maka WHAT KIND OF DEMOCRATION IS THAT ? ....WHAT KIND OF
COUNTRY...? WHAT KIND OF PEOPLE...?
Tolong jangan ditawar untuk nomor 1 dan nomor 2....Kalau masih
ditawar....berarti END OF DISCUSSION... :-)
Saya berlepas tangan terhadap bang Indi.... :-)
Wassalam
Indi Soemardjan wrote:
> Begini lho, mas Saeful....
>
> saya masih ingin berdebat kepada anda mengenai adanya kontradiksi yang
>
> saya anggap penting dalam argumen anda. kontradiksi-nya terletak
> diantara:
>
> -negara Islam yang mengambil makna Al Quran sebagai undang2 (menurut
> tafsir tentunya).
>
> -negara Demokrasi yang memakai wakil rakyat untuk bersama2 membuat
> undang2.
>
> coba jelaskan lagi bagaimana keduanya bisa dicampur: seperti minyak
> dan
> air.
>
> menurut saya pribadi:
> demokrasi bukan itu "bukan hanya" seperti yang anda ceritakan kemarin:
>
> "tukang becak datang duluan dia duduk disab paling depan(pertama),
> pejabat tinggi datang belakanga tidak duduklan paling belakang tidak
> boleh melangkahi untuk duduk didepan, Imam/Pemimpin shalat kalau
> salah
> bisa dirkoreksi oleh uang mammum." (seperti yang anda ceritakan
> kemarin).
>
> melainkan,
>
> demokrasi mempunyai aplikasi yang lebih dalam dari yang anda
> ungkapkan,
> yaitu:
> demokrasi adalah sistim kenegaraan yang mencakup pembuatan undang2
> bersama atas konsep "mob rule" atau "majority rule" (sementara konsep
> negara Islam tidak mengakui "mob rule" dengan adanya Al Quran atau
> "Words of One God: Allah")
>
> saya rasa dugaan saya mengenai adanya kontradiksi dalam argumen anda
> sudah cukup mudah/sederhana untuk dimengerti, bukan?
>
> Anda juga bertanya:
> >Yang jadi pertanyaan saya kenapa bung indi ketakutan sama islam ?
> >trauma apa yang anda dapat dare pemeluk islam ?
>
> saya hanya takut dengan adanya kontradiksi yang anda suguhkan kepada
> negara sehingga saya minta penjelasan anda ttg. pembuatan undang2
> secara
> "demokrasi" di jaman kejayaan Islam dulu.
>
> saya mendapat trauma? apakah mental trauma atau physical trauma?
> Trauma itu timbul karena hal yang tidak diduga yang telah terjadi pada
>
> seseorang.
> Berhubung masalah dari kontradiksi ini belum benar2 terjadi (mudah2an
> tidak akan terjadi), maka saya tidak bisa mengakui adanya trauma
> terhadap politik Islam/demokrasi dalam diri saya.
> Yang ada hanya rasa was2 dan takut munculnya permasalahan dalam
> kontradiksi yang anda suguhkan tadi.
>
> INDI
>