...

>|> Bagaimana GOLKAR mendapatkan suara untuk Pemilu yang akan datang :
>|> a. jujur dan adil

Yw: Menurut saya yg ini rada-rada 'mustahal',
    mengingat 'dosanya'.

>|> b. intimidasi ke karyawan di kantor atau perusahaan

Yw: Ini juga rada 'mustahal'. Jaman sudah berganti.

    Kalo dulu, basis 'intimidasi'-nya, adalah:
    "kalo nggak ndukung golkar, awas, kita libas
    nanti selepas pemilu..." Logisnya kita tahu,
    bahwa ancaman begitu cuma bisa dilontarkan
    oleh yg pasti menang (atau kansnya kuat).

    Ibarat sepakbola, kalo yg ngancam Brazil:
    "Kalo standar-gawang nggak dikecilin,
    Brazil akan mogok main di piala dunia..."
    Mungkin FIFA akan kebat-kebit juga...
    tapi kalo yg ngancam PSSI, ha, ha, ha...
    mungkin mereka malah mual mules perih kembung,
    saking jijaynya dg ancaman ompong itu. Iya nggak?

>|> c. membeli suara (menyogok)

Yw: Too costly. Dalam arti beneran membeli SUARA,
    dan bukan cuma membeli massa (ketika kampanye).

    Kalo cuma pas kampanye, sih, bisa aja, bagi
    kaos bagi sembako, tapi saatnya milih nanti,
    ya ditimbang-timbang (oleh tiap orang),
    apakah jasanya (ngasih ini itu sepanjang kampanye),
    lebih besar dari dosanya (selama puluhan th ini)...

    Dan utk mengimbangi 'dosanya', berapa duit yg
    harus dikeluarin. (Kalo anda bilang itu pun
    masih affordable/terjangkau buat Golkar, itu
    sama aja anda bilang, dosanya Golkar cuma dikit,
    yg tentu saja ada orang yg berpendapat begitu).

>|> d. tidak ada pendapat

Yw: Pendapat saya: Golkar is over (kalo beneran ADA pemilu).
    Nggak akan dapat suara (kecuali sedikit). Anggap saja
    ini pilihan e. ;-)

>|> Bagi rekan-rekan berminat silahkan menyatakan pilihan a, b, c,
>|> atau d. Jawaban ini akan kami jadikan suatu statistik yang akan
>|> digunakan sebagai input pada sebuah seminar.
>
>IA: Jawabnya A, B, dan C
>    A karena memang masih banyak yang senang sama Golkar

Yw: Down deep in their harts atau sementara aja
    (oportunis yg segera hengkang as soon as the
    opportunity is gone)?

>    B karena kuncinya di situ

Yw: Dulu macan beneran (nggigit... parah),
    sekarang macan ompong... (nggigit... orang malah
    geli-geli asik... ;-).

>    C karena pernah terjadi di daerah-daerah (minimal
>      satu kali yang pernah saya lihat langsung)

Yw: Dulu orang matanya belum terbuka.
    Tapi kalo udah ada krisis begini matanya
    belum kebuka juga... ya, kayaknya sulit dipercaya
    (ke-ndablek-annya).

    ;-)

Kirim email ke