PNS...... oh PNS..........,
Malang nian nasibmu nak......,
Dulu,
Kalau mau pemilu, dipaksa nyoblos Golkar.
Setelah pemilu, juragan yang memaksamu pada bernasib semakin baik, namun
kamu tetap saja kuyu. Gaji naik sedikit, nggak ada artinya lagi, karena
barang-barang sudah naik duluan.
Seringkali, tidak ada pekerjaan di kantor yang dapat kamu lakukan,
karena tidak kompetitif dan efisiennya struktur organisasi departemenmu,
sehingga, main catur dan baca koran and ngobrollah tiap hari kerjamu,
sukur-sukur bisa ngobyek sana sini untuk nutup ongkos transport dan
bayar sekolah anak.
Sekarang,
Setelah terjadi 'reformasi' (kata orang), kamu jadi rebutan
partai-partai, yang kamu sendiri tidak tahu dan tidak punya kekuatan
apa-apa untuk melakukan sesuatu. Ya....., untuk apa melakukan sesuatu,
karena di depan sana sama gelapnya dengan di belakangmu.
PNS....... PNS........, terimalah nasibmu nak....!!
Salam,
Budi
Yusuf-Wibisono wrote:
>
> >pandu:
> >Rupanya para elit politik di Indonesia rebutan PNS.
> >PNS sendiri, diwakili korpri seharusnya bersikap dong.........
> >Mumpung banyak yang "mau" nih.....dan 'harga'nya kan mahal...
>
> ...
>
> Yw: Bicara soal rebutan PNS, kok terus larinya ke Korpri...
> Sebenernya Korpri itu apa, sih?
>
> Korpri itu kan bukan organisasi (kayak serikat buruh
> gitu), tapi mungkin lebih tepat 'meta-organisasi'
> (ie. bukan-organisasi per definisi yg saya kenal).
>
> Saya kok keberatan dg frase anda: "... diwakili korpri..."
> di atas. Karena korpri itu bukan organisasi, jadi
> ya, mana bisa mewakili...