From: Andrew G Pattiwael [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Kalau KONGLOMERAT ( kebanyakan keturunan ) bangsat, maka PEMERINTAH (yang kebanyakan Pribumi ) juga bangsat donk.......... kalau gitu, kita semua memang Bangsa Bangsat!!! Alvian M: Anda tidak sedang membangsatkan mereka karena kemayoritasannya toh?, tapi cara bisnis konglomerat dan cara kerja pemerintah yang sama culasnya bukan?. Kalau maksud anda begitu, saya setuju. Tapi kalau karena kemayoritasannya yang anda perbangsatkan, ah... saya jadi nggak ngerti. and saya bukan konglomerat atau pemerintah jadi kali ini saya bukan bangsat, lain kali bisa jadi. Andrew G Pattiwael: Soal tersinggung dan meyinggung, saya rasa sudah meruapakan HAL YG BIASA! Alvian M: Ya, kebiasaan jelek. Dan lagi yang saya masalahkan adalah kenapa kalau seseorang memperbangsatkan konglomerat, maka pada umumnya (baca: banyak) kaum tionghoa pada ribut mbelain si bangsat ini, bahkan ketika baru nyebut "istilah konglomerat", belum nunjuk hidung. itu saja point saya. Andrew G Pattiwael: Islam tersinggung kalau ada negara ARAB yang diserang Amerika, atau ada yang memvisualkan Nabi Muhammad SAW, atau ada yang bilang "TERORIST" begitu juga Kristen, langsung tersinggung kalau dibilang "YESUS HANYA NABI" atau "YESUS BUKAN TUHAN" seperti anda dan saya, yang masing masing menjagokan Presiden dari golongan yang kita inginkan (tanya Bung M_Rosadi) atau masing masing curiga thd "ADI SASONO" dengan "KISDI" atau "BENNY MOERDANI" dengan " CSIS" curiga dengan penggalangan "JESUIT INDONESIA" atau "MUSLIM HEZBOLLAH" Alvian M: ah bosen denger yang gituan. Andrew G Pattiwael: Reaktif? SEMUA REAKTIF , sudah liat gimana reaktifnya warga "Muslim" Ketapang atau warga "Nasrani" Kupang? Alvian M: Ya dan masing-masing mengklaim bahwa itu kerjaan provokator, nggak ada yang mau bertanggung jawab. pengecut bajingan, bangsat lagi. Andrew G Pattiwael: Saya berani jamin, anda pasti juga akan larut dalam kekesalan massa apabila anda berada dalam dua kejadian ini, entah itu membakar gereja atau membakar mesjid, sama hal-nya dengan saya...karena terbakar emosi, lagian semua ikut ngebakar dan ngerusak, ngga ada yang larang (Semua Jadi Setan), gua bakar aja tuh Mesjid, ngga ada yang larang (Padahal ?) Seneng gua nyalurin Kemarahan ini, lagian ada yang nyemangatin lewat megaphone, katanya demi Yesus, Balas dendam Ketapang, etc.... Hasilnya? == Beberapa mesjid hangus terbakar, mungkin korban, temen muslim gua curiga sama gua, dan gua harus MENANGGUNG DOSA! ini yang paling berat, DOSA, DOSA, DOSA!! Alvian M: Ah, kalau saya mending lari aja, kali-kali ada peluru nyasar. pengecut?, bodo amat. Andrew G Pattiwael: mau lebih reaktif? COBA KALAU ADA YG BISA TEMUAN NASKAH TANDINGAN KEJADIAN DI KETAPANG? ayo supaya IMPAS dengan Naskah Temuan ttg Theo Syafei, Masa ngga ada sih yang MEMPROVOKATOR ATAU MENGAGITATOR kejadian Ketapang? Gua mau imbang dengan GUS DUR...atau siapa saja deh.. Ini kan contoh saya juga bisa reaksioner Alvian M: Sabar bung, lagi dicari sama yang namanya Irwan Ariston Napitupulu tuh. Andrew G Pattiwael: Tapi apa hasilnya?? == "LINGKARAN BESAR, LINGKARAN KECIL, NGGA HABIS-HABIS!!!" Ada yang masih tersinggung atau ingin tersinggung? PS: Selama saya hidup sebagai seorang Kristen, seorang beragama (Walau ke gereja jarang, bahkan ngga pernah), Alkitab tidak pernah mengajarkan atau menyuruh saya melakukan kekerasan. Hanya satu yang sering saya dengar dari Ibunda tercinta yang taat beragama, hanya satu kata, yang dapat menggambarkan Kristen dan orang kristen sesungguhnya, yaitu " KASIH " Alvian M: Ya, begitulah mestinya seorang Ibu. Tapi tidak mengajarkan kepada Anda bahwa Islam adalah terorist kan?. Pasti (baca: semoga) tidak. Andrew Pattiwael The Military College of Vermont Norwich University Corps of Cadets Salam, Alvian Marzan On Thu, 7 Jan 1999, Alvian Marzan wrote: > Lagian kenapa kalau ada umpatan atau pendapat yang menyalahkan/memojokkan > "konglomerat", koq ya umumnya kaum tionghoa jadi reaktif. Terus kalau ada > yang bilang, "kita harus mendahulukan 'rakyat kecil'", lalu mereka protes > menuntut persamaan hak/prioritas. > > Dan menurut saya (hampir semua) Konglomerat memang bangsat!!!!!!!, ada yang > sakit hati? > > Salam, > Alvian M > > PS: > Istri yang saya cintai (tionghoa), mertua, Oom (in law) & inlaw-inlaw yang > lain, rata-rata menunjukkan gejala yang sama, mudah tersinggung kalau > konglomerat dihujat. Padahal mereka ini (keluarga saya) termasuk cina > melarat, sungguh! > > -----Original Message----- > From: Ichwan Ramli [mailto:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Thursday, January 07, 1999 10:00 AM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: Racist (Tanggapan buat bung Panut-bag I) > > > Bung Rosadi, > > Saya ingin ikut nimbrung nich. Karena saya fikir kita perlu fair dalam > menilai keadaan. Kita tidak seharusnya terperangkap dalam prototype yang > menyesatkan. Memang ada banyak pengusaha Tionghoa yang bajingan, tapi juga > banyak pengusaha Tiongkoa yang berintegritas, memulai usahanya dgn > mengumpulkan keuntungan sedikit demi sedikit. Ada banyak juga keturunan > Tionghoa yang berjuang untuk kejayaan bangsa Indonesia, Rudy Hartono, Susi > Susanti, Prof Ong Hok Kam, Thee Kian Wee dlsb. > > mengenai utang swasta kita juga perlu proporsional. menurut data yang saya > ketahui komposisinya adalah sbb. ; > > Utang pemerintah : US$ 54 > Milyard > Utang BUMN & Bank yang ditanggung pemerintah : US$ 12 Milyard > Utang PMA : US $ 40 > Milyard > Utang Swasta Indonesia ( Pri dan Non-pri) : US$ 28 Milyard > TOTAL : US $ 134 Milyard > > salam, > > > > -----Original Message----- > From: Mohammad Rosadi <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> > Date: 07 Januari 1999 5:28 > Subject: Re: Racist (Tanggapan buat bung Panut-bag I) > > > > > >Panut Wirata wrote: > > >
