Salam!
Inilah blunder politik terhebat yang dilakukan pribadi Jenderal Theo Syafei.
Boleh saja Arbi Sanit minta ucapan Theo dianggap tindakan orang mabuk saja.
Tapi bagaimana dengan PDI Mega?  Apa dampak pidato hujatan dan fitnah Theo
Syafei terhadap Islam dalam pemilu Juni mendatang?

Menurut saya, yang paling terugikan adalah PDI Perjuangan-nya Megawati.

Pertama, Theo Syafei adalah jenderal yang dibesarkan Soeharto. Prof Ben ROG
Anderson pernah menyesalkan ini dan minta Mega supaya "selektif" menerima
orang-orang bekas Soeharto. Tapi, Mega mah jalan terus, malah tetap tak
bergeming dan narok Theo Syafei sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan.

Kedua, dengan tetap menarok  Theo sebagai Ketua di DPP PDI-Mega, berarti PDI-
Mega memelihara anak macan, sekalian bom waktu. PDI vis a vis massa Islam.

Ketiga, orang Kristen sendiri tidak "enjoy" dengan tingkah Theo Syafei. Karena
itu, keberadaan Theo di DPP-PDI juga tidak membuat orang Kristen happy. Malah
jadi merasa tidak enak sendiri terhadap rekan Islam mereka.

Salam!
ramadhan pohan

Kirim email ke