Salah satu kompoten kegiatan lebaran di Indonesia adalah "lontong" yang
sudah berlangsung ratusan tahun.
Hanya sayangnya, "lontong" belum memperoleh sentuhan Fisika, meskipun jumlah
alumnus/pakarnya dari tahun ke tahun terus meningkat. Buktinya, bentuk
lontong tetap itu ke itu saja alias berantakan : bopeng atau penyok.
Padahal banyak kunci dari Fisika yang memungkinkan bentuk lontong bisa kita
atur, sebagaimana bentuk es batu.
Dalam alam reformasi ini apa salahnya kita pun melakukan reformasi fisika
yang antara lain dengan memberikan sentuhan fisika pada lontong.
Salam,
Nasrullah Idris