Rekan-Rekan Yth
-----------------------
Marketing cangkang ketupat pada setiap menjelang lebaran hendaknya dijadikan
cermin, bagaimana sebuah teknologi yang merakyat, dalam artian, bisa dipahami
secara "detail-tuntas-integratif", membuat produsen alias penganyam tidak
bisa menetapkan harganya semau gue. Mereka sadar bahwa yang pandai
memproduksi cangkang ketupat bukan hanya mereka, juga para konsumen. Sehingga
kalau mereka bersikap arogan dalam penetapan harganya justru bisa menjadi
bumerang terhadap omset penjualannya.
Dalam kaitan dengan rentetan kenaikan jasa/barang berlatar belakang
teknologi serta menyangkut kepentingan umum di Indonesia, seperti tarif
telepon, masalah cangkang ketupat bisa dijadikan sarana cermin dan bahan
renungan.
Saya rasa banyak dari rekan-rekan di sini bisa memberikan uraiannya lebih
lanjut. Silakan !
Salam,
Nasrullah Idris