From: Kantei <[EMAIL PROTECTED]>
To: Priyo Pujiwasono <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED]
Cc: Izma widyati <[EMAIL PROTECTED]>,
     Ira Damayanti <[EMAIL PROTECTED]>

Eits, entar dulu.
Aku rasa, makanya judul imel itu Cewek Jangan Baca, adalah
karena memang itu imel ditujukan untuk BRAINSTORMING COWOK.
Jadi bukannya untuk memancing emosi kita para cewek sampai
ingin membunuh tuh orang!!!! Naudzubillah.
Kalau kalimatnya dibaca baik-baik, kurasa maksud dia adalah
tidak setuju dengan apa yg terjadi di dunia ini, baik di
sejarah maupun di masyarakat saat ini. Dan dia harap cowok
sadar kalau dihadapkan pada ironi blak-blakan gitu. Kubilang
juga, kan dia trauma sama nasib ibunya.
Anggaplah dia memang membuat retorika dengan pandangan yg
picik terhadap agama, dan aku rasa aku dan kalian kemarin
sudah cukup punya argumen yg menyalahkannya, ya kan?
Tapi pada kenyataannya, dia mewakili sebagian besar kaum
laki-laki yg baik secara sadar maupun tidak sadar menyimpan
pikiran konyol semacam itu, dan mungkin perempuan juga ada
yg beranggapan begitu (???)

Terus, kok gak ada di antara kalian yg mengambil sikap ttg
nasib orang Taliban itu? Soalnya sampai sekarang aku masih
bingung apa perlu nandatangan atau nggak. Belum terdengar
keluhan dari mereka (akhwat Afghan-nya pribadi) sih.
Yg heboh cuma teman-temanku yg misionaris.

===NB:
@ yang kumaksudkan kemarin ttg sejarah bukan ttg penciptaan
Adam, karena itu ada dlm Quran dengan kalimat terbatas, tapi
ttg kisah Sulaiman yg beristri 900, aku baru dengar sih.
Tapi memang siapa tahu Adam baru bergender laki-laki setelah
diciptakan "darinya" pasangannya yg bergender perempuan....
hayo, jadi bukan berarti manusia pertama adalah laki-laki.

@ tentang puisi tulang rusuk, dan hadis bengkok-bengkoknya itu,
memang dikutip dari taurat/injil, tapi aku pribadi gak bermasalah
tuh kalo emang hawa tercipta dari tulang rusuk Adam...
bayangin kalo tulang rusuk patah, betapa merananya coba!

@ Kesimpulanku : Tuhan tidak bisa dan tidak perlu diwujudkan
ke dalam suatu Gender yg dibandingkan dengan manusia.
Dan laki-laki bukan penguasa dunia, karena penguasa dunia
hanyalah Tuhan. Laki-laki "hanya"lah pemimpin di depan,
sementara perempuan juga memimpin di belakang.
Seperti Ki Hajar Dewantara bilang, Tut Wuri Handayani, inilah
yg paling mendukung kemajuan bangsa.
Bangsa kita hancur kan bukan hanya karena pemimpinnya ngaco,
tapi juga karena pendidikannya ngaco. Mari kita mendidik!
Buktikan kita kuat seperti di imelnya si Dhiksie. p(^o^)q

------------ Kanti-------------
...............@...............
.............@...@.............
..........@.........@..........
.......@...............@.......
.....@...................@.....
...@.......................@...
..@.........................@..
..@...........@.@...........@..
...@........@..@..@........@...
......@.@.@....@....@.@.@......
...............@...............
..............@.@..............
.......THE ACE OF SPADE!.......
on its way one day someday soon

Kirim email ke