Hehe.....dasar memang para gemblung, disatukan dalam suatu komite yang prestisius tapi kelakuan tetap nggak berubah. Gimana mau menuju Indonesia baru nih. Bila kejadian seperti ini terus mending Suharto dinaikin lagi aja. Paling enggak kan sudah kaya. Jadi nggak menjadi terlalu greedy lagi. Lha daripada kayak anggota KPU ini. Sudah tahu menjadi perhatian berjuta-juta orang, eh, masih berani main kolusi. Weleh-weleh. Apalagi kalau yg model gini ini jadi anggota kabinet. Wah, tambah rusak itu RI. Mosok urusan mencetak kartu suara aja jadi rebutan potong-potongan kuota untuk masing-masing perusahaan percetakan. Mana caranya kasar lagi. Waduh.....begini ini mau dikasih kesempatan mimpin negoro gimana ini. Nanti bisa jadi rayahan. Ngomong-ngomong ada yg punya profile-nya Agus Miftah ndak ya? http://www.suarapembaruan.com/News/1999/04/230499/index.html -- \\\|/// \\ - - // ( @ @ ) ------------oOOo-(_)-oOOo----------- FNU Brawijaya Dept of Civil Engineering Rensselaer Polytechnic Institute mailto:[EMAIL PROTECTED] --------------------Oooo------------ oooO ( ) ( ) ) / \ ( (_/ \_)
