>From: "Faransyah Jaya" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [bincang] Waspadai Balas Dendam PKI
>Date: Mon, 26 Apr 1999 18:09:17 -0400
>
>FYI !
>
>Faran
>
>Jenderal Besar AH Nasution:
>Waspadai Balas Dendam PKI
>
>Reporter Nurul Hidayati
>detikcom, Jakarta. Jenderal Besar Kehormatan Abdul Haris Nasution
>mengingatkan kepada segenap komponen bangsa untuk mewaspadai upaya
balas
>dendam dari PKI. Termasuk upaya pemutarbalikan sejarah yang telah
dibuktikan
>oleh pengadilan G30-S PKI.
>
>"Saya berharap mereka (PKI) yang salah tak balas dendam. Karena kalau
itu
>terjadi kian memecah belah bangsa. Mari kita saling memaafkan dan
mengubur
>tragedi bangsa. Agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang tegar,"
kata Pak
>Nas yang dibacakan oleh sekretarisnya Bakrie AG Tianlean, di Hotel
Regent,
>Jakarta, Senin(26/4/1999). Pak Nas sendiri tak hadir dalam acara itu.
Hanya
>pendapatnya yang dibacakan oleh Bakrie.
>
>Menurut Pak Nas, pihaknya perlu mengemukakan hal itu karena saat ini
banyak
>orang yang merasa tidak bersalah, padahal dulunya terlibat G 30 S
PKI.
>Bahkan sekarang mereka (PKI), kata Pak Nas, banyak tampil dalam
wawancara di
>media massa. Hal ini akan membahayakan bagi pola pikir genersasi muda
yang
>tak mengalami peristiwa masa lalu. Apalagi dilansir tanpa mempelajari
>sejarah dulu.
>
>Yang diduga akan melakukan balas dendam menurut Pak Nas, adalah
dengan
>tampilnya Yayasan 65-66 yang terdiri dari para eks PKI yang ingin
melakukan
>penelitian, bahkan akan menuntut Jenderal Soeharto.
>
>"Ketika Subandrio dan Oemar Dhani dibebaskan, saya jelaskan bahwa
mereka
>layak dibebaskan karena telah menjalani hukuman 30 tahun. Ketika
Soeharto
>lengser, itu harus diterima sebagai konsekuensi kepemimpinannya
selama ini,"
>kata Pak Nas.
>
>Konsekuensi itu, karena Soeharto sendiri di masa Orba selalu
mempercayai
>orang yang suka menggunting dalam lipatan dan menjauhi mereka yang
>sesungguhnya berniat baik untuk bangsa dan negara ini. "Saya pun
termasuk
>orang yang diadudomba dengan Soeharto. Dulu Bung Karno dikelilingi
>Durno-Durno juga," tambahnya.
>
>Meski Pak Nas berbeda dengan Soeharto tapi tak bisa memvonis
perbuatan
>Soeharto semuanya salah. "Misalnya saya benarkan tindakan Soeharto
bubarkan
>PKI 12 Meret 1966. Walau tindakan itu disalahkan oleh Soekarno karena
SP 11
>Maret menurut Bung Karno adalah teknik keamanan bukan untuk tindakan
politik
>membubarkan PKI. Akibatnya timbul ketegangan antara AD dan pimpinan
angkatan
>yang lain."
>
>Pak Nas lantas menjelaskan bila ingin aman, maka PKI harus
dibubarkan. Itu
>terugkap dalam pertemuan tanggal 14 Maret pukul 02.00 dini hari.
Pertemuan
>itu memang dihadiri berbagai angkatan, kacuali Auri karena tidak kami
>libatkan. "Tapi saya pernah memanggil marsekal Rusmin Nurjadin
(Deputi
>Pangau), sebab waktu itu Pangau Sri Mulyono Herlambang kedudukannya
pada 30
>September 1965 adalah deputy operasi Menpangau Oemar Dhani.
>
>Diakui oleh Pak Nas, selama pemutaran G30S PKI banyak keluhan dari
senior
>Auri. "Saya mendorong pelurusan peristiwa sejarah di masa itu. Tapi
tak
>berarti menyalahkan sesuatu yang seungguhnya terjadi," tambahnya.
>Ditegaskan, bahwa Auri secara organisatoris tak terlibat, tapi oknum
>pimpinan Auri saat itu sangat berperan.
>
>Dia juga menjelaskan tiga tahapan perjuangan PKI . Pertama, membentuk
kader
>dan pimpinan partai. Setelah mempunyai posisi penting di tubuh partai
>melakuakn penetrasi terhadap lembaga startegis, misalnya
pemerintahan, ABRI,
>pers, lembaga pendidikan, orsospol/ormas. Kemudian memobilisir
>gerakan-gerakan, misalnya mahasiswa pemuda, tani, buruh.
>
>Langkah kedua, melakukan perlawanan sporadis (kecil-kecilan). Untuk
>menjatuhkan wibawa TNI dan pemerintah. Contohnya, kasus Jengkol
Indramayu,
>Kanigoro, Bandar Betsy, dan sebagainya.
>
>Sedang tahap ketiga, pemberontakan atau pukulan yang menentukan.
Misalnya
>pemberontakan Madiun (Madiun Affair). Pada saat pemberntokan Madiun,
kata
>Pak Nas, Presiden Soekarno menyalahkan gerakan komunis itu. "Namun
saat
>peritiwa G30S PKI, Pak Karno masih membela PKI."
>
>Pada umumnya pihak mereka, menurut Pak Nas memiliki dua versi
sejarah.
>Pertama, PKI tidak terlibat melainkan karena konflik internal AD.
Sehingga
>jelas aparat penegak hukum sulit memerika kejadian tahun 1965. Selain
itu
>dikarenakan aparat kehakiman dan intel masih dikuasai orang-orang PKI
yang
>berusaha menutupi peranan tokoh PKI.
>
>Versi kedua, mereka (PKI) menujuk Amerika lah yang mendorong melalui
>pancingan. Mereka enganggap Indonesia tak punya pejuang patriot dan
>mengatakan sebagai antek asing. "Pandangan itu saya anggap lelucon,"
tambah
>Pak Nas. Sayang, kata Pak Nas, di masa Orba banyak yang tertarik
Indonesia
>dri orang asing yang mengutip sumber yang tidak akurat.
>
>
>Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
--------
>To subscribe: send a blank email to: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: send a blank email to:
[EMAIL PROTECTED]
>This mailing list sponsored by http://www.webIndonesia.com
>---------------------------------------------------------------------
--------


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke